Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film “Guru Bangsa: Tjokroaminoto” yang telah terdaftar di panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2015, tidak diikutkan dalam Apresiasi Film Indonesia (AFI) yang sama-sama dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Produser Dewi Umaya pemilik Pic[k]Lock Production menyatakan berat hati menyertakan film Guru Bangsa: Tjokroaminoto di ajang AFI 2015. Pernyataan tertulis Dewi Umaya yang ditujukan ke Tim Seleksi AFI 2015 tersebar di grup WhatsApp pewarta film, Selasa (29/9/2015) malam.

Disebutkan, pihaknya sibuk mempersiapkan keikutsertaan “Tjokro” di berbagai event dalam dan luar negeri. 

Sajak lama, prioritas  berbagai festivak di dalam dan luar negeri ini telah dibuat dan pengiriman materi ke festival-festival tersebut telah dilaksanakan.

“Terpaksa kami merelakan untuk tidak ikut serta dalam beberapa festival (termasuik AFI) karena materi masih ditahan di festival-festival lain dan waktu yang bersamaan tidak memungkinkan bagi kami untuk ikut serta dalam semua festial yang ditawarkan. Demikian kami sampaikan terimakasih atas perhatian saudara dan mohon maklum adanya,” tulis Dewi.

Menanggapi pernyataan produser fillm yang diperankan Reza Rahadian tersebut, Ketua Panitia AFI 2015 Dudung Yuliarso berharap ada jalan agar film yang sarat pendidikan sejarah perjuangan dari ketokohan pahlawan nasional Tjokroaminoto bisa ikut AFI.

“Saya berusaha hubungi mas Garin Nugroho tapi belum dapat jawaban. Saya harus bicara dulu sama dia,” kata Dudung Yuliarso melalui WA semalam.

Pelaksanaan FFI dan AFI tahun 2015 mengalami perubahan signifikan sejak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berubah nomenklatur menjadi Kementerian Pariwisata.

Jika tahun-tahun sebelumnya FFI dibiayai Negara melalui Kemenparekraf, maka tahun ini FFI dibiayai oleh Kemendikbud.

“FFI otomatis dikoordinir oleh Kemendikbud, karena amanat Undang-Undang menyebut film berada di bawah kementerian yang membidangi kebudayaan,” ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan beberapa waktu lalu.

Puncak kegiatan FFI 2015 akan berlangsung 21 November 2015 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten. FFI menelan biaya Rp7,9 Miliar melibatkan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Dyandra sebagai Event Organizer.

Sementara AFI 2015 dengan budget 3,5 Miliar digarap Potensindo Global Production tidak melibatkan BPI. Rencananya, malam puncak AFI digelar di Benteng Rotterdam, Makassar pada 24 Oktober 2015.

Bagi sebagian pewarta film ketidakikutsertaan "Tjokro" dalam AFI tersebut mempertegas masih adanya konflik di kalangan masyarakat perfilman. Pada tahun 2009, Riri Riza dan Mira Lesmana menolak film Laskar Pelangi ikut di FFI saat Deddy Mizwar menjadi Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional. (imam)

 

 

 

Last modified on Thursday, 01 October 2015
Read 2070 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru