Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Hari Film Nasional (HFN) yang jatuh tiap tanggal 30 Maret merupakan milik masyarakat film yang diselenggarakan dengan cara masing-masing.

“Seperti peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, semua masyarakat berhak merayakannya. Merayakan HFN tentu tujuannya mulia, untuk memajukan perfilman nasional,” kata Dr Maman Wijaya, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Kapusbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayan kepada tabloidkabarfilm.com, Selasa (9/2/2016).

Menurut Maman, pemerintah melalui Kemdikbud telah mempersiapkan agenda HFN 2016 dengan sejumlah kegiatan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada stakeholder perfilman yang dikoordinasi oleh Niniek L Karim sebagai Ketua Panpel.

“Pemerintah dalam hal ini Pusbangfilm berusaha mengapresiasi semua kegiatan masyarakat yang terkait dengan perfilman,” kata Maman yang baru dua bulan menjabat Kapusbangfilm.

Oleh karena itu, dia menyambut positif kegiatan Usmar Ismail Award (UIA) yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail bersama  Forum Pewarta Film.

“Semakin banyak yang menyelenggarakan HFN itu semakin baik dan positif. Secara pribadi saya sangat mengapresiasi Usmar Ismail Award yang sampai hari ini bergerak meski tanpa bantuan dari pemerintah,” katanya.

Beberapa program HFN siap dilaksanakan Pusbangfilm antaranya pemutaran film, workshop dan diskusi, serta pemberian penghargaan kepada sineas senior.

Dr R Prima Duria Nirmalawati M, Pd, Kasubdit Fasilitasi Pengembangan Perfilman Kemdikbud mengatakan besar anggaran pelaksanaan HFN 2016 yang disiapkan oleh Kemdikbud sebesar Rp2,5 Miliar.

Hari Film Nasional diperingati oleh insan perfilman Indonesia setiap tanggal 30 Maret sebagai hari lahirnya Film Nasional karena 30 Maret 1950 adalah hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi yang disutradarai oleh Usmar Ismail. (imam)

Read 3953 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru