Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kalangan produser dan masyarakat film berasumsi, penambahan jumlah bioskop mampu menyelamatkan film Indonesia dari kemiskinan jumlah penonton.

“Satu-satunya cara mendapat 20 juta penonton dari satu judul film nasional, adalah menambah jumlah layar bioskop di Indonesia, karena 1117 layar sangat tidak bisa memfasilitasi penonton potensial di tanah air. Minimal harus sekitar 3000-5000 layar,” kata Ketua Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI), Manoj Punjabi di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Dia mengatakan, produser harus lebih agresif dan proaktif menjual karya agar dilihat dunia. “Sudah saatnya kita menunjukkan eksistensi kita ke dunia internasional. Caranya dengan membuka relationship dengan dunia luar. Kita perlu membangun jembatan itu dengan membuka DNI,” katanya.

Manoj mengungkapkan itu dalam aksi pernyataan bersama sejumlah produser dan asosiasi yang menamakan diri “Pekerja Kreatif Perfilman”, yang mendesak serta mendukung pemerintah Joko Widodo untuk mencabut Daftar Negatif Investasi (DNI).

Kelompok ini terdiri dari Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Gabungan Studio Film Indonesia (GASFI), Indonesian Film Directors Club (IFDC), Rumah Aktor Indonesia (RAI), Indonesia Motion Picture and Audio Association (IMPAct), Penulis Indonesia untuk Layar Lebar (PILAR), Sinematografer Indonesia (SI), Indonesian Film Editors (INAFEd), Indonesian Production Designer (IPD), dan Asosiasi Casting Indonesia (ACI).

Menurut Ketua APROFI, Sheila Timothy, usulan pemerintah merevisi kebijakan DNI akan memberi kesempatan produser film Indonesia dan tenaga kerja kreatif Indonesia, tidak hanya pada akses pembiayaan dan penambahan layar.

“Mereka juga akan mendapat peningkatan standar dan kapasitas melalui transfer pengetahuan dan teknologi,” kata Sheila Timothy.

Senada dengan yang lainnya, sutradara Joko Anwar mengatakan, investasi asing di perfilman nasional akan memungkinkan lebih banyak film dengan berbagai tema dibuat, termasuk film-film yang bertema budaya lokal, yang selama ini tidak mendapat modal.

Hanung Bramantyo, produser Dapur Film menegaskan,  tidak ada alasan para pelaku di industri film untuk menolak dibukanya DNI. Baginya, yang menolak DNI justru orang yang tidak punya rasa percaya diri karena takut bisnisnya terancam.  

 

Tidak takut bersaing dengan asing

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produser Film Indonesia (APFI) Ody Mulya Hidayat menilai, untuk mencabut DNI perlu dikaji bersama.

“Mencabut DNI tidak bisa buru-buru. Perlu dikaji bersama. Entah apa motivasi mereka yang ngotot mencabut DNI, sementara dalam bidang produksi film belum ada prestasinya,” kata Ody .

Menurutnya, jika kualitas film Indonesia bagus, tidak perlu mengundang investor asing pasti datang. “Sekarang tanya deh, apa sudah bagus film kita? Jangan-jangan, ada motivasi lain dibalik percepatan mencabut DNI,” kata produser PT Maxima Pictures ini.

Sementara Ketua APFI, Chand Parwez Servia membantah anggapan bahwa sikap penolakannya terhadap pencabutan DNI, karena dirinya memiliki sejumlah bioskop.

“Bioskop saya sudah habis dan saya tidak takut bersaing dengan produksi asing. Penolakan saya ini soal sikap yang berbeda dengan organisasi lainnya. Ini sama sekali bukan keributan,” kata Parwez.

Parwez menilai film sebagai pranata sosial, yang didalam undang-undang sangat jelas posisinya sebagai bagian dari budaya.

“Kalau urusan film diserahkan ke orang asing, buat apa kita tersinggung ketika batik diklaim Malaysia? Kalau mau diserahkan ke asing, kenapa kita repot membahas dalam undang-undang?” katanya.

Produser Kharisma Starvision ini yakin, sikap pemerintah akan tetap komitmen dalam mendukung dan melindungi pengusaha di UKM. 

“Banyak rumah produksi film Indonesia yang dibiayai dengan cara modal UKM, dan saya yakin Pak Jokowi akan konsisten dengan komitmennya melindungi pengusaha UKM,” katanya. (imam)

Last modified on Tuesday, 09 February 2016
Read 4261 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru