Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Grup tari langganan juara festival, Gema Citra Nusantara (GCN) berpamitan jelang keberangkatan ke Llangollen International Eisteddfod, 5 – 10 Juli di Inggris. Kali ini, GCN akan berangkat bersama tim Pangudi Luhur Youth Choir (PLYC).

Rencana keberangkatan tersebut diungkapkan pimpinan GCN Mira Arismunandar saat menggelar pentas ‘Pamitan” di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

“Mohon dukungan dan doa masyarakat Indonesia untuk keikutsertaan GCN dan PLYC, semoga kami kembali berhasil membawa kemenangan dan mengharumkan nama Indonesia di sana,” kata Mira Arismunandar, didampingi sejumlah delegasi yang akan berangkat.

Llangollen adalah nama kota di Wales Utara, Inggris, populer di seantero dunia setelah membidani lahirnya sebuah ‘festival seni budaya’ yang spektakuler.

Festival yang tahun ini berusia 70 tahun itu melahirkan kompetisi paduan suara, penyanyi solo, tari, ensamble dan street parada/ karnaval bernama Llangollen International Eisteddfod atau juga disebut Llangollen International Musical Eisteddfod.

Menurut Mira, kemegahan festival itu ditunjukkan dengan banyaknya peserta negara yang ambil bagian dalam sesi kompetisi maupun karnaval di jalanan yang meriah, lengkap dengan keunikan negara peserta.

Llangollen International Eisteddfod juga menjadi ‘festival seni budaya’ paling melegenda, serta melahirkan super bintang penyanyi sopran Luciano Pavarotti, yang kemudian namanya dipakai sebagai nama Trophy Grand Prix untuk Kategori Musik.

Setiap tahun festival ini diikuti oleh sekitar 5.000 performers – tari, musik, penyanyi, karnaval – dari 50 negara dari 5 benua, dengan rata-rata sekitar 50.000 penonton sepanjang 6 hari festival digelar. 

Pada Llangollen International Eisteddfod 2015, hadir dan menyalami pemenang adalah Pangeran Charles, keterlibatan Tahta Kerajaan Inggris ini pada Llangollen Festival membuktikan, betapa penting, berwibawa dan melegendanya ‘festival seni budaya’ ini.

Masing-masing kategori lomba di Llangollen International Musical Eisteddfod 2016 memperebutkan penghargaan trofi dan uang tunai juara 1 : 750 poundsterling, juara 2: 500 poundsterling dan juara 3, 250 poundsterlling serta penghargaan Grand Prix berhadiah trophy Luciano Pavarotti untuk musik dan trophy Grand Prix Lucille Armstrong buat tari.

“GCN ambil bagian di nomor ‘Tari Zapin’, ‘Tari Kembang Kipas’ dan ‘Topeng Betawi’, ‘Rampak Mauhayak’ dari Aceh dan Angklung Sunda. 

Mira Arismunandar sejak akhir Mei lalu sudah terbang ke basecamp latihannya di Jakarta dari ‘rumah keduanya’ di Sydney.

“Tahun ini kami datang lagi untuk mempertahankan prestasi, bahkan jika mungkin memperbaikinya, tampil dengan koreografi baru dan grup yang berbeda, yakni dengan kelompok tari Gema Citra Nusantara dari Jakarta,“ ujarnya.

Mira mengikuti suaminya, Dicky Suryanatamihardja, Penasehat GCN yang bertugas di Sydney selaku Konsul Ekonomi KJRI, menambahkan, tahun ini GCN bersaing dengan Zimbabwe, India, Wales dan Kazakhtan. 

Sayangnya delegasi GCN ke Llangollen Eisteddfod 2016 yang dipimpin Mira Marina Arismunandar (Art Director/Koreografer), Andini Karissa (Ass Art Director), Asep Supriyatna dan Juftizal (Musisi) dengan jumlah penari tadinya 30 orang, hanya bisa memberangkatkan 15 penari dan 2 pemusik karena kekurangan biaya dan dukungan.

Sementara, Pangudi Luhur Youth Choir ( PLYC ) untuk pertama kalinya ambil bagian pada Llangollen International Eisteddfod. PL Youth Choir mendaftar pada 2 nomor Kompetisi Paduan Suara, Senior Youth Choir dengan lagu Salve Regina dan Las Amarillas dan Kategori Children Folklore lewat lagu Salam Aneuk Nangroe dan Yamko Rambe Yamko

PLYC didukung oleh 28 penyanyi, memadukan jenis suara sopran, mezzo sopran dan alto di bawah konduktor Sonia Simanjuntak, dan dipimpin guru SMP PL, Agnes Endang Sumarginingsih. PLYC sudah memulai latihan sejak Januari 2016, dengan jadwal latihan sepekan 3 kali.

Seperti Kelompok Tari GCN, PLYC juga berangkat ke Llangollen Eisteddfod 2016 dengan perjuangan panjang, mendapat dana dari sekolah, ortu, donatur dan sumbangan dari Pemda DKI. 

Beruntung, para pejuang dengan misi budaya untuk saling mengenalkan budaya dan potensi wisata Indonesia ini, melalui Kiny Tours yang bergerak dibidang pariwisata dengan spesialisasi budaya. 

Kiki Puspita Sari dari Kini Tours berkomitmen membantu delegasi budaya Indonesia yang akan pentas di luar negeri, baik berkompetisi maupun misi edukasi dan kampanye seni budaya dan wisata Indonesia. 

“Saya dan sebagian orang tua peserta akan berangkat lebih dulu ke Inggris awal Juli, mempersiapkan seluruh penampilan mereka di Llangollen Festival,” ujar Kiki Puspita Sari. (imam)

 

Read 3018 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru