Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Melewati proses editing di tangan tiga orang editor berbeda, film Detachment Police Operation (DPO) yang dibintangi Aa Gatot Brajamusti diputar secara khusus pada 29 Agustus 2016 di studio Epicentrum Mataram Mall, Lombok.

Penayangan DPO saat itu disaksikan sekitar 200an penonton, yang sebagian besar adalah peserta Kongres Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) yang menetapkan Aa Gatot Brajamusti sebagai ketua umum organisasi artis itu untuk keduakalinya.

DPO adalah film kedua Aa Gatot setelah Azrax (2013) dimana dia berperan sebagai Azrax, tokoh yang membongkar kejahatan perdagangan wanita internasional di Hongkong. 

Di film DPO Aa Gatot memerankan karakter Kapten Sadikin yang bersama tim DPO bentukannya itu mencokok gembong narkoba internasional bernama Satam (Torro Margens).  

Aksi Kapten Sadikin bermula dari matinya dua anggota polisi saat penggerebekan. Satu diantara polisi itu adalah keponakan Kapten Sadikin. 

Atas izin komandannya, Kapten Sadikin membentuk tim DPO untuk menangkap Satam. Dia menghubungi beberapa mantan polisi dan petarung antaranya Yuli, Tatang, Andy dan Ganta. 

Film ini aslinya berdurasi 2 jam hingga dipangkas menjadi 90 menit. “Banyak scene yang dipangkas,” kata produser Dhoni Ramadhan usai screening film DPO di Lombok.

Proses editing di tangan tiga editor memakan waktu terutama dengan dimasukkannya teknologi CGI (Computer Generated Imagery) untuk memperkuat beberapa efek.

Adu jotos dan tembak-menembak tim DPO dengan mafia narkoba asuhan Satam berlangsung sengit dan brutal di daerah kumuh Kampung Rawa Keling. Di sinilah Satam dan dua orang anaknya yang masih remaja, Oliver dan Edward bersembunyi. 

Tim DPO menyerang Satam siang hari setelah Interpol dan polisi Thailand gagal membekuk Satam malam hari.

Pertempuran berlangsung di gang-gang sempit, di atap rumah, di pasar sampai ke dalam rumah penduduk. Pasukan Satam menggunakan senjata pisau, kapak sampai berbagai jenis pistol.

Film DPO sangat unik dari sisi waktu penayangan, karena ceritanya berbalik dengan kenyataan sang aktor pemeran utama. Usai pemutaran film DPO siang hari di Mataram Mall, malamnya Aa Gatot justru ditangkap polisi atas kepemilikan narkoba shabu-shabu di Hotel Tulip, Mataram, Lombok.

Film arahan sutradara Belgant ini merupakan produksi bersama Putaar Films dan Brajamusti Films. Penayangannya secara serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 15 September 2016.  (imam) 

 

Read 1695 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru