Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

SENIN malam pekan lalu, tepatnya pada 31 Oktober 2016 sejumlah artis dan musisi dari trah Koes Plus tampil di panggung I Like Monday  Hard Rock Cafe, Jakarta. Mereka mengenang dan berdendang tentang sosok dan karya-karya ayah mereka.. 

Acara berbingkai Musikamu tersebut digagas oleh komunitas Indonesia Kita (I-Ki), paguyuban seniman dan musisi yang bergerak di bidang sosial kreatif, diketuai Renny Dajajoesman. 

Anak-anak personel grup legendaris Koes Plus seperti David Yon Koeswoyo, Sari Yok Koeswoyo dan Damon Tonny Koeswoyo menjadi fokus perhatian malam itu, selain lagu-lagu milik orangtua mereka yang dibawakan dalam hentakan irama rock.

Menurut Bens Leo salah seorang pengasuh I-Ki, malam itu adalah program kelima dari rangkaian pentas musik I-Ki, yang mengapresiasi karya-karya para musisi Indonesia terbaik dan melegenda.

Serangkaian lagu-lagu hits karya Koes Plus – yang menjadi kelanjutan dari Koes Bersaudara – ditampilkan secara marathon oleh para musisi yang tergabung di komunitas I-Ki feat anak-anak Koes Plus. 

“Kita sudah bikin panggung tribute sejumlah musisi dan penyanyi seperti Titiek Puspa, Iwan Fals, Slank, dan kali ini Koes Plus. Kami masih akan lakukan program ini, jika memungkinkan dan ada sponsornya,” jelas Renny Djajoesman, yang di malam itu membawakan lagu Koes Plus berjudul Jemu.

Grup band pop-rock Koes Plus dikenali lewat ratusan lagunya di era 1970an dimotori Tonny Koeswoyo (Lead Guitar, Keyboard, Vocal), Yon Koeswoyo (Rhythm Guitar, Vocal), Yok Koeswoyo (Bass Guitar, Vocal), dan Murry (Drumm, Vocal).

Tembang lawas dan abadi milik Koes Plus dibawakan oleh Tommy Exentrix, Fierza, Boym ‘Seurieus’, Amiroez, Well Willy, Riffi Putri, Lady Avisha, Yevie Nabela, Emmy Tobing, Irang Arkad, Renny Djajoesman, Sylvia Saartje dan Jelly Tobing.  

14 lagu dibawakan oleh masing-masing penyanyi yaitu Buat Apa Susah, Bunga Di Tepi Jalan, Hidup Yang Sepi, Kembali Ke Jakarta, Andaikan Kau Datang, Kolam Susu, Mari Berjoget, Manis dan Sayang, Terlambat, Tak Usah Kau Sesali, Jemu, Kala Kala, Pelangi, dan Bis Sekolah.

Tribute to Koes Plus dihadiri pula Ediwan Prabowo selaku Ketua Dewan Pembina I-Ki, dan keluarga almarhum Murry, penabuh drum Koes Plus. 

Penyelenggaraan konser yang sejatinya memberikan panggung bagi karya-karya musisi legendaris Indonesia itu, mengandalkan biaya yang seharusnya dapat disponsori. Renny Djajoesman berharap dengan kehadiran boss dari salah satu merek kopi terkenal, bisa mendukung kelanjutan program I-Ki selanjutnya.

“Karena kita masih punya tabungan program ‘tribute’ untuk karya Ismail Marzuki, Bing Slamet, Benyamin S, Farid Hardja, January Christy hingga karya Erros Djarot atau Guruh Soekarno Putra,” ungkap Renny Djajoesman. (imam)

 

Last modified on Wednesday, 09 November 2016
Read 4013 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru