Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Kemala Atmojo berang dan melabrak wartawan penulis artikel “FFI 2016 dan BPI” di indonesiana.tempo.co, Teguh Imam Suryadi.

Aksi gaya koboy penasihat FFI 2016 itu disaksikan sejumlah wartawan dan pengunjung acara peluncuran buku “100 Tahun Sensor Film di Indonesia Memasuki Abad Kedua” di Gedung Pesona Indonesia (eks Gedung Film), Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016) malam.

Kemala Atmojo malam itu disambut salah seorang komisioner LSF, Arturo GP selaku tuan rumah acara dan menuju meja prasmanan. Wartawan yang bergerombol di tempat itu, sempat menyapa dan menyalaminya. 

Namun, setelah disalami reaksi Kemala Atmojo justru berbalik. Sambil mengisi makanan ke piringnya, lelaki berkacamata itu menegur keras Teguh Imam Suryadi yang tadi menyalaminya. 

 “Wah..ada kritikus ngawur. Wartawan ngawur,” kata Kemala Atmojo setengah berteriak. Suara kerasnya langsung menjadi perhatian.

Disapa seperti itu Imam balik bertanya, “Ngawur bagaimana, dan apa maksudnya, mas?” katanya dalam posisi duduk di kursi. 

“Tulisanmu itu, kritikan ngawur. Itu sampah. Tulisan itu tidak ada pengaruhnya buat FFI. Gak akan mempan. Aku ini wartawan senior, gak takut sama siapapun. Gue kok dilawan,” lanjut Kemala tanpa jeda sambil memegang piring makannya.

Menanggapi ‘serangan’ bertubi-tubi, wartawan yang pernah menjadi Ketua Seksi Film dan Budaya PWI Jaya (2009-2014) dan kini aktif di Forum Pewarta Film itu bersikap tenang. “Kalau tulisan itu sampah sebaiknya jangan dibaca dan tidak perlu emosi begitu, mas,” jawab Imam.

Bukannya mereda, Kemala mengulangi ucapannya dengan nada lebih tinggi, “Kritikanmu itu ngawur. Saya belum baca tulisan itu, cuma diceritain orang-orang film. Nggak worthed  banget saya baca tulisanmu. Itu sampah. Mereka orang-orang film semuanya ngetawain tulisanmu,” katanya.

Suara Kemala Atmojo berhenti setelah seorang petugas Satpam Gedung Pesona Indonesia menghampiri Imam dan mengajaknya berbicara di sudut lain.

Dalam tulisannya di Indonesiana.tempo.co pada 10 November 2016, Imam mengkritik Festival Film Indonesia 2016 yang dilaksanakan BPI selaku lembaga mendapat amanat dari Kapusbangfilm Kemendikbud. (dudut)

Last modified on Thursday, 24 November 2016
Read 2997 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru