Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kisah perjuangan Sultan Agung Mataram melawan VOC Belanda di tahun 1628 akan difilmkan. Hal itu diungkapkan oleh DR BRA Mooryati Soedibyo, SS M Hum, pengusaha yang mendukung rencana pembuatan film tersebut.

“Film ini memiliki aspek pendidikan sejarah gigihnya Sultan Agung mengusir Belanda. Saya berharap film ini akan menjadi perhatian pelajar dan juga Kemendikbud  yang mendukung secara moril dan materil,” kata Mooryati Soedibyo pada acara “Bedah Sejarah Sultan Agung Mataram 1628” di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (24/11/2016). 

Selain Mooryati Soedibyo sebagai pemakalah adalah DR Sri Margana, DR Bondan Kanumoyoso, dan DR Zainal D Abidin SSN MSN. Acara yang dibuka Prof Dr Mendikbud Muhadjir Effendy sebagai keynote speaker tersebut juga menyajikan Tari Bedoyo Pangguh serta pembacaan prosa oleh Sha Ine Febriyanti. 

Inisiator sekaligus sutradara film, Zainal D Abidin mengatakan, film diangkat dari skripsi berjudul “Mustika dari Mataram (Dibalik Penyerbuan Sultan Agung Mataram Mengusir VOC di Batavia 1928-1629) yang ditulis Mustika dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia.

“Dalam skripsinya Mustika  menulis tentang perjuangan perlawanan Sultan Agung Mataram saat mengusir tentara VOC Belanda yang dipimpin Jan Pieterzoon Coen. Skripsi ini kemudian mendapat respon positif dari berbagai pihak untuk dibuatkan film,” kata Zainal.

Rancang produksi film ini telah dimulai dengan riset sejak tahun 2007 sampai 2011. Penelusuran datanya dumulai dari Universitas Leiden, Museum Amsterdam, Suku Batav (Etnis Belanda), Kota Gede (sisa-sisa Mataram), Keraton Jogja, Keraton Solo, Makam-makam Raja Imogiri, sampai ke Kastil VOC.

“Insya Allah film ini akan menjadi film berkualitas untuk tontonan film Indonesia baik umum, pelajar, dan mahasiswa,” kata Zainal.

Sementara artis Sha Ine Febriyanti yang hadir dan membacakan prosa "Sketsa Swara Sultan Agung Hanyoroko Kusumo Mataram" mengaku tidak terlibat di produksi film tersebut. 

"Aku tidak ikut main di film ini. Kedatanganku hanya membantu sutradara, membacakan prosa," kata Ine usai membaca beberapa halaman prosa yang sempat dieditnya sendiri. Artis Pemeran Utama Terpuji Festival Film Bandung 2016 untuk film Nay ini mendukung rencana produksi film sejarah kerajaan di nusantara itu.

"Aku mengapresiasi rencana pembuatan film ini, untuk memberi referensi film-film bersejarah di Indonesia," ujar Ine.   

Kisah perjuangan Sultan Agung Mataram diawali saat cengkeraman imperialis Belanda berkedok perusahaan dagang VOC, raja dari Kerajaan Islam Mataram, Sultan Agung berniat mempersatukan Pulau Jawa, untuk mengusir Belanda dari Nusantara. 

Sultan Agung mengerahkan balatentaranya untuk menyerang ke Batavia pada tahun 1628 – 1629, yang mengakibatkan tewasnya Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jan Pieterzoon Coen.

Meskipun tidak berhasil menguasai Batavia dan mengusir penjajah Belanda ketika itu, semangat juang dan keberanian Sultan Agung telah memberi insipirasi kepada masyarakat Indonesia, tentang keberanian, keteguhan dan rasa nasionalisme untuk mempertahankan negeri dari penjajahan bangsa asing.

Acara "Bedah Sejarah Sultan Agung Mataram 1628” diadakan oleh Pusbangfilm Kemdikbud dan Komunitas Cinta Film Indonesia untuk mendukung rencana pembuatan film “Mustika dari Mataram” produksi Yayasan Kusumo Bawono.  Rencananya, syuting akan dimulai April 2017. (imam)

 

Last modified on Monday, 28 November 2016
Read 1529 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru