Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sehari setelah merilis album Chapter One pada Jumat (2/12/2016) grup band Krakatau Reunion melanjutkan dengan konser tunggal di Motion Blue, Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Album dengan 11 tracks ini lebih jazzy dengan proses pembuatan marathon di Bali (workshop lagu), Jakarta (rekaman), dan New York, Amerika (mastering). Album ini dipasarkan dengan direct selling, pesan online dan digital.

“Masing-masing personel punya kesibukan, dan tinggal di kota yang berbeda. Tapi kami bertemu di Jakarta untuk rencana konser dan pembuatan album,” kata Dwiki Dharmawan.

Dia mewakili awak Krakatau yang tinggal di Jakarta yaitu Tri ‘I’ie’ Utami, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra dan Gilang Ramadhan. Sementara Indra Lesmana tinggal di Bali. Mereka bertemu dengan sound engineer Donny Hardono di restoran Unpao, Bintaro pada 26 April 2013.

Pada pertemuan itu dimufakatkan menggunakan nama Krakatau Reunion dengan menunjuk Donny Hardono sebagai eksekutif produser. Donny adalah sound engineer Krakatau sejak tahun 1985, dan juga pemilik studio rekaman DSS Production.

Chapter One berisi antaralain lagu Aku Kamu Kita yang sangat kental fusion pop-nya, dan paling nyaman dibawakan Trie Utami. Lagu ini menjadi first single, yang diharapkan menjadi lokomotif penjualan album baik dalam bentuk fisik CD maupun digital iTunes yang akan mulai bisa diakses tanggal 16 Desember nanti. 

Aku Kamu Kita lagu yang sangat mudah mengingatkan pada Krakatau lama dari Krakatau First Album (1985) atau Krakatau Second Album (1987), Mini Album Krakatau (4 lagu dengan hit Kau Datang, 1989 ) dan Krakatau Kembali Satu  (1999).

“Lagu Aku Kamu Kita  bercerita kerinduan kami bereuni, main bareng dan rekaman lagi, jumpa dengan fans kami, Keluarga Krakatau, dan menyapa kembali lewat panggung. ‘Aku Kami Kita’ termasuk yang paling ngepop di Chapter One,” kata Gilang Ramadhan. 

Pada track kedua Cermin Hati, Indra Lesmana punya basic melodi, yang dibangun seperti layaknya musisi mengajak pendengarnya menikmati tangga nada, sebuah struktur melodi yang unik, dengan Trie Utami bikin liriknya.

Hanya Dapat Melihat juga menarik, karena Krakatau Reunion agak bermain di wilayah pop. Sementara pada satu-satunya lagu instrumantal, Moon Stone, seluruh kemampuan personil Krakatau Reunion dengan latar belakang instrumentalis sejati, menunjukkan kelasnya sebagai musisi, tapi tetap menjaga harmoni yang indah sebagai jazz band. 

“Menurut saya, Moon Stone pembuktian pendewasaan bermusik personil Krakatau yang latar belakangnya memang instrumentalis,“ kata Trie Utami. 

Bagi Gilang Ramadhan yang menulis antara lain lagu Family, tak hanya bercerita persaudaraan sempit satu keluarga, tapi juga keluarga dunia. “Krakatau Reunion memang harus punya pilihan, harus memiliki sesuatu yang beda, karena kami sudah 17 tahun nggak merilis rekaman baru atau lebih 25 tahun nggak main bareng,” katanya. 

Ada tiga lagu teks Inggris di album ini, yakni Family, Let My Heart Free dan Lingers On My Mind serta satu lagu instrumental. “Pada rekaman ini, Pra Dharma banyak berkontribusi bikin lirik juga,“ lanjut Gilang. 

“Kami menulis lagu secara bersama, membuat aransemen barengan. Saya sama Indra misalnya, sudah tahu kapasitas masing-masing, Indra sebagai sequencer programmer di rekaman ini, tugasnya juga memperindah lagu,“ jelas Dwiki. 

“Indra Lesmana juga ditugasi teman-temannya melakukan mixing di InLine Studio, Bali, mastering di Masterdisk, New York, oleh Scott Hull, sound engineer yang membuat master rekaman Sting. Ini juga atas referensi Indra Lesmana,“ tambah Donny Hardono. 

Satu-satunya lagu lama yang diaransemen ulang oleh Krakatau Reunion adalah Seraut Wajah, dipilih masuk Chapter One lebih ke pertimbangan nostalgia, karena Seraut Wajah merupakan lagu lama Krakatau yang ‘paling kuat’ unsur jazz-nya dibanding sejumlah lagu Krakatau lainnya yang dirilis sepanjang 1985 – 1999. 

Di tengah merosotnya penjualan fisik album berbentuk CD, Krakatau Reunion merilis album rekaman 10 lagu baru plus satu lagu lama dengan rearansemen, ini sungguh pekerjaan mulia. 

 

Konser tunggal 

Bermain selama 120 menitdi hadapan fans ‘Keluarga Krakatau’, Krakatau Reunion memadukan lagu hits lama dan lagu baru, dengan jumlah yang relatif sama. Pada Konser Krakatau Reunion di Motion Blue, Fairmont Hotel, Jakarta Sabtu (3/12/2016) mereka bawakan 15 lagu (7 lagu lama dan 8 lagu baru).

Dengan kapasitas penonton Motion Blue, Trie Utami dan kawan-kawan relatif mudah berkomunikasi dengan audiensnya. Lagu hits lama yang dibawakan antara lain Lasamba Primadona, Gemilang, Kembali Satu, Haiti, Kemelut, Sekitar Kita, sedang lagu baru antara lain Aku Kamu Kita, Cermin Hati, dan Seraut Wajah.

Bagi Krakatau Reunion, ini adalah penampilan keduanya di Motion Blue setelah sukses konsernya tanggal 13 Mei 2016,  Motion Blue beruntung karena 2 kali menjadi tempat perform personil Krakatau Reunion yang berstatus Musisi, Penyanyi, Song Writer, Penata Musik, Penata Vokal, Instruktur Musik, dan Music Director. 

“Kami bangga bisa memanggungkan Krakatau Reunion, karena saya juga fans fanatiknya, “ kata Nira dari Nira Creatives, Promotor Konser Krakatau Reunion pada 3 Desember 2016.

Usai konser di Motion Blue, Jakarta, Krakatau Reunion menjadwalkan konser di awal tahun 2017 di Malang dan Surabaya, sebelum tour panjang. (imam)

 

Last modified on Wednesday, 07 December 2016
Read 1307 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru