Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Masjid Salman kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) melebarkan ruang syiar dengan memproduksi film berjudul Iqro: Petualangan Meraih Bintang. Sutradara Iqbal Alfajri mengatakan, film arahannya tersebut membawa pesan agar anak mencintai Alquran sejak dini.

Menghafal mungkin mudah bagi anak dengan banyaknya metode dan guru berkualitas, tapi cinta Alquran itu masalah yang tidak bisa didoktrin oleh sistem pendidikan," kata Iqbal kepada wartawan di The Bellevue Suit, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).

Sutradara yang juga pendiri Salman Film Academy ini mengatakan, penanaman kesadaran cinta Alquran adalah bagian dari kaderisasi dan perlu dilakukan secara manusiawi dari orang tua ke anak.

“Di film Iqro, pewarisan pendidikan agama dilakukan oleh kakek ke cucu, yakni tokoh Opa (Cok Simbara) kepada Aqila (Aisha Nurra Datau),” jelas Iqbal.

Produksi film didukung produser Budiyati Abiyoga yang merupakan alumni ITB. Film ini mengangkat tema anak, dimana sosok Aqila yang suka astronomi dan mendapat 'tantangan' belajar mengaji dari sang Opa. 

“Ide membuat film anak ini karena Salman Film Academy melihat kondisi perfilman Indonesia yang minim film untuk anak,” ungkap Budiyati Abiyoga.

Film religi dengan muatan sains ini menurut Budiyati menawarkan kesejujan bagi penonton dari kalangan Muslim. 

“Selain menyenangkan juga mudah mengundang simpatik penonton keluarga,” ungkap produser yang senior di perfilman tersebut. Film “Iqro: Petualangan Meraih Bintang” berdurasi 100 menit yang tayang 26 Januari 2017.

Diakui Iqbal, film yang disutradarainya memiliki beberapa kesamaan dengan film Petualangan Sherina yaitu kata 'petualangan' pada judul serta latar tempat di Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung. 

Hal itu disebut Iqbal sebagai semangat yang merasuk karena sejak awal tim Iqro melibatkan Riri Riza sang sutradara sebagai mentor yang membantu memperkaya ide.

"Sementara soal Bosscha, lebih karena kedekatan kami dengan salah seorang astronom di sana. Kami juga ingin mengekspos muatan astronomi yang lebih kental dalam film," kata Iqbal yang menamatkan studi S2 di Jurusan Digital Media ITB itu.

Sejumlah pemeran dihadirkan dalam film ini antaranya Aisha Nurra Datau, Raihan Khan,  serta didukung oleh aktor dan aktris senior Cok Simbara, Neno Warisman, Meriam Bellina, Mike Lucock, dan Adhitya Putri.

Dikisahkan, Aqila (9 tahun) sangat gandrung pada sains namun kurang berminat belajar Al Qur’an. Aqila memiliki kakek berprofesi astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Bosscha.

Aqila bermaksud membuat tugas sekolah yang berhubungan dengan astronomi, dan kakeknya memberi izin pada Aqila untuk menggunakan teropong bintang di Bosscha untuk menyelesaikan tugas. Namun, dengan satu syarat Aqila harus bisa membaca Al Qur’an. Aqila menyanggupinya.

Saat di rumah kakeknya, Aqila bertemu Ros, anak seorang pembantu di sana. Ros mengajaknya bermain di sebuah masjid. Di masjid inilah Aqila belajar membaca Alquran dengan metode Iqro, yang menyenangkan, berirama, dan dibawakan secara ringan. 

Pengalaman Aqila belajar Alquran dan teladan dari kakeknya inilah yang  menggugah mata hatinya, tentang kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta. (imam)

 

Last modified on Sunday, 25 December 2016
Read 2472 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru