Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) yang bertugas mengutip royalti lagu-lagu, memenangkan kasus pelanggaran Hak Cipta oleh karaoke “Inul Vizta” milik penyanyi Inul Daratista.

“Keputusan Mahkamah Agung (MA) ini, menjadi yurisprudensi (rujukan)  jika ada pihak lain yang melakukan pelanggaran serupa,” kata Enteng Tanamal selaku Ketua Badan Pembina KCI di Dapur Solo, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1/2017).

Didampingi sejumlah pengurus dan anggota KCI, Enteng mengatakan, kemenangan KCI pada kasus pelanggaran hak cipta tersebut merupakan kali pertama sampai ke Mahkamah Agung. 

“KCI bersyukur akhirnya menang dalam gugatan yang sudah dimulai sejak tahun 2012 di Makassar,” katanya.

Berdasarkan keputusan sidang MA bernomor Reg.No.122 PK/Pdt.Sus-HaKI/20/2015 dengan Ketua Majelis I Gusti Agung Samantha SH MH, tertanggal 19 Oktober 2016, dinyatakan PT Vista Pratama melakukan pelanggaran hak cipta pada Inul Vizta Manado. Atas keputusan tersebut, Tergugat harus membayar denda Rp15 ,8 Juta.

Pelanggaran hak cipta terhadap sejumlah lagu anggota KCI, menurut Enteng Tanamal tak hanya dilakukan pemilik karaoke Inul Vista. 

“Kasus Inul Vizta bukan yang pertama, karena ada 8 kasus pelanggaran hak cipta sebelumnya yang dilakukan oleh user (pengguna lagu) antara lain Hotel Sahid, Telkomsel, biliar, mall, televisi, dan lain-lain,” jelasnya.

Ihwal pelanggaran yang dilakukan karaoke Inul Vizta, secara kronologi dijelaskan oleh Enteng Tanamal. Mulanya, Inul Vizta Karaoke membayarkan royalti atas pemakaian lagu-lagu yang didaftarkan penciptanya di KCI, tapi pada tahun terakhir ini, kontrak itu tidak diperpanjang sehingga KCI melaporkan ke pihak berwajib. Perpanjangan kontrak pemakaian lagu di karaoke harus dilakukan menyesuaikan pasang surut industri karaoke.

“Jika tahun berikutnya kamar karaoke bertambah, pengutipan royalti pemakaian lagu juga harus ditambah. Sebaliknya, jika karaoke tutup atau merugi, KCI tidak mengutip tambahan uang royalti,” ujar Enteng.

 

Pelajaran bagi user

Dalam kasus ini, masih menurut Enteng, sayangnya Inul Daratista alpa memperpanjang kontrak pemakaian lagunya dengan KCI, bahkan alpa membayar lunas. “Akhirnya sepanjang tahun 2015 terjadi perselisihan panjang antara Inul Daratista dengan KCI, yang bermuara ke pengadilan,” jelasnya.

Melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris SH, PT Vizta Pratama sempat menang di tingkat kasasi MA, tak genap 3 bulan dari batas waktu yang diizinkan UU untuk melakukan upaya hukum terakhir, yakni peninjauan kembali (PK) KCI di MA.

“KCI tidak mengeluarkan uang satu senpun untuk pengajuan PK di MA,” lanjut Enteng yang baru menerima surat keputusan MA pada tanggal 12 Januari 2017.

Saat ini anggota KCI yang terdaftar 2.636 pencipta lagu dengan karya lagu berjumlah 130.000 dan akan terus bertambah, sesuai pendaftaran karya cipta dan anggota baru. Lagu yang terdaftar di KCI adalah lagu dangdut, pop, jazz, dan lagu daerah.

“Tujuan kami meluruskan kasus pelanggaran Hak Cipta karaoke Inul Vizta bukan menghukum dengan harus membayar royalti pada lagu yang dipakai berikut dendanya saja, tapi KCI menganggap kemenangan ini menjadi bagi semua pihak agar tidak melakukan pelanggaran hak cipta, khususnya bagi pebisnis karaoke,” jelas Enteng Tanamal.

YKCI memiliki perwakilan pencipta lagu yang pada pengurusan saat ini diketuai oleh Tito Soemarsono. Dalam waktu dekat, YKCI akan mengadakan pemilihan ketua baru di Manado. Salah satu kandidat ketua pengganti Tito Soemarsono adalah Hendro Priyono.  (imam)

 

Last modified on Wednesday, 18 January 2017
Read 3965 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru