Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film Televisi (FTV) dan sinetron memiliki cita rasa, ruang apresiasi, dan teknik berbeda dibandingkan film bioskop. Penonton kedua produk turunan film itu pun tak sama. FTV lebih generik dalam cerita; adegan dan pemainnya (seringkali itu-itu saja) karena diproduksi oleh rumah produksi yang juga ‘itu-itu saja’.

Sementara sinetron biasanya dibuat bersambung, mengandalkan cerita yang mengikat dan membuat penasaran di akhir episode. Baik sinetron maupun FTV sama-sama memberi kesempatan berkali-kali kepada penonton untuk istirahat, dengan munculnya iklan.

Menonton film From London to Bali (FLTB) yang diformat sebagai film bioskop, seperti menyaksikan Film Televisi (FTV) tanpa selingan iklan komersial. Cerita dan pemain FLTB terlalu ‘generik’ untuk sebuah tontonan berbayar di bioskop. 

Apakah ini indikasi menurunnya kualitas film nasional atau justru memperlihatkan meningkatnya mutu dari FTV hingga diblow-up untuk bioskop? 

Meskipun output-nya menyajikan hiburan, penonton tak mau rugi setelah membayar tiket nonton; minimal dia keluar dari bioskop jadi lebih pintar atau sedikit terhibur.

Kisah cinta antara Lukman (Ricky Harun) dengan Dewi (Jessica Mila) di film From London to Bali, terpaut jarak antara London dan Bali. Mereka terpisah sejak Dewi dapat beasiswa kuliah di London. Sementara, Lukman putus sekolah dan ingin menyusul kekasihnya tersebut.

Kekhawatiran Lukman akan lunturnya cinta Dewi cukup masuk akal dan jadi kenyataan. Di London, Dewi bertemu Suzan (Kimberly Ryder) dan mengikuti gaya pergaulan remaja barat yang bebas. 

Komunikasi mereka melalui handphone. Suatu ketika, Lukman menerima kiriman foto-foto mesra Dewi dengan pacarnya di London. Lukman pun bertekad menjemput pacarnya. Pucuk dicinta ulampun tiba, cerita pun sudah terbaca. 

Secara kebetulan, Lukman mendapat tawaran kerja dari Koboy (Gary Iskak) sebagai guide turis di Bali.  Lukman yang ganteng dan kampungan bekerja di Bali, mengumpulkan biaya untuk menyusul Dewi. 

Ketika berkenalan dengan gadis Bali yang masih menjaga tradisi, Putu (Nikita Willy) rencana Lukman berubah; dia ingin berhenti dari pekerjaan ‘kotor’nya. 

Begitu juga kawan-kawan sesama guide, Sodikin (Muhadkly Acho) dan Bambang (Fico Fachriza).  Rencana ketiganya diketahui oleh Koboy yang tidak memberi izin.

From London to Bali tipikal film komedi romantis, dengan syuting sebagaian scene di London, Inggris. Wajah sebagian sudut kota di London ditampilkan melalui gambar-gambar yang apik. Namun, kehadiran dua komika sebagai bumbu cerita komedi tidak memberi efek kejut.

Eksplorasi dialog para komika relatif muncul kurang digarap jika tidak ingin disebut setengah hati. Sehingga situasi ini menegaskan perbedaan yang tajam jika dibandingkan dengan film produksi Kharisma Starvision sebelumnya, Cek Toko Sebelah. Film yang menghadirkan para komika tersebut menembus box office film Indonesia dengan jumlah penonton lebih dari 2 juta orang di ujung tahun 2016. (imam)

 

Read 2010 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru