Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sejumlah wartawan merasa terjebak usai menandatangani surat kontrak kerja sebagai juri Usmar Ismail Awards 2017. Pasalnya, tidak disebutkan klausul besaran honor juri yang akan diterima oleh mereka.

“Tidak tercantum di surat kerjasama, berapa honor yang akan diterima juri. Masih kosong,” kata salah seorang wartawan calon juri UIA, yang tak ingin disebut namanya, Selasa (7/2/2017).

Namun, masih menurut dia, pihak panitia penyelenggara UIA 2017 yaitu Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI), menjanjikan akan memberi kabar mengenai honor juri.

“Janjinya sih, dua-tiga hari setelah kita tandatangan kontrak, mereka mau memberi kepastian. Tetapi sampai lebih dari seminggu, tidak ada kabarnya. Sekarang janjinya mundur lagi, dari Senin kemarin jadi hari Kamis besok,” ujar wartawan yang sangat dekat dengan sejumlah orang film tersebut.

Penandatangan kontrak sebagai juri UIA 2017 dilakukan oleh belasan wartawan sekitar dua pekan silam di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail. 

Beberapa wartawan lain yang juga ‘orang baru’ dalam tim juri UIA, pun mengeluhkan hal yang sama. 

“Saya baru sekali ini diajak jadi juri di ajang ini. Hanya semangat dan ikut-ikutan saja, karena dijanjikan kita akan diajak bikin ajang seperti Festival Film Asia Pasifik. Kalau begini sih, seperti jebakan. Kita dipetakompli,” kata wartawan senior ini. 

Seperti diketahui, sejumlah wartawan direkrut sebagai juri oleh panitia penyelenggara UIA 2017, yang kabarnya akan disiarkan oleh Trans7.

Dalam waktu dekat, sejumlah wartawan berencana mendesak panitia UIA 2017 menjelaskan persoalan tersebut. Pada penyelenggaraan tahun lalu, Usmar Ismail Awards dikerjakan bersama antara Forum Pewarta Film dan YPPHUI, dimana setiap juri menerima honor sebesar Rp10 Juta. (imam) 

Last modified on Tuesday, 07 February 2017
Read 1008 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru