Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ketua Umum Karyawan Film dan Televisi (KFT), Febryan Adhitya terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) pada Kongres Luar Biasa (KLB) Parfi di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/3/2017).

Febryan tercatat sebagai Ketum Parfi ke-4 sejak Kongres Parfi di Lombok Agustus 2016, dimana Gatot Brajamusti terpilih namun langsung ditangkap polisi terkait kasus narkoba.

KLB Parfi 2017 digelar setelah beberapa kali pergantian Ketua Umum, organisasi tidak berjalan. Parfi sebelumnya diketuai Andryega da Silva (kandidat Ketua Umum pada Kongres di Lombok) yang diangkat oleh Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi, Aspar Paturusi.

Dalam perjalanannya, kepengurusan Andry dinilai gagal dalam tugas lantaran seringkali mangkir dalam rapat, dan persoalan pribadi lainnya yang ‘mencoreng’ nama organisasi. Atas sikapnya tersebut, DPO mencopot jabatan Ketum Andry.  

Selanjutnya, pengurus dan DPO mengangkat Wakil Ketum Wieke Widowati untuk menggantikan posisi kosong Ketua Umum. Pengangkatan Wieke Widowati sebagai Ketum tidak merubah keadaan organisasi. 

“Rapat pengurus yang disampaikan ke DPO, Wieke tidak menjalankan amanat AD/ART dalam hal menyusun kepengurusan, yakni minimal 10 hari sejak diangkat. Sebulan setelah pengangkatannya sebagai Ketum Parfi tidak ada upaya membentuk kepengurusan,” kata Piet Pagau selaku Sekretaris DPO Parfi kepada tabloidkabarfilm.com, Senin (13/3/2017).

Menurut Piet Pagau, KLB Parfi dilakukan untuk menyelamatkan organisasi dan mengembalikan kedaulatan anggota. “DPO tidak bisa menunggu lebih lama lagi, karena sudah 6 bulan sejak Kongres Parfi di Lombok, organisasi ini tanpa pimpinan,” kata aktor senior ini.

Pada KLB Parfi kemarin, sejumlah nama-nama tercatat dalam bursa calon ketua umum Parfi antaranya Sandy Nayoan, Norman, Boy Tirayoh, dan Febryan Adhitya. Namun, Sandy Nayoan mengundurkan diri sebelum KLB dilaksanakan.

“Saat pendaftaran, ada dua kandidat yang muncul yaitu Kanjeng Norman dan Sandy Nayoan. Namun, sesaat KLB akan digelar, Sandy mengundurkan diri . Maka, tinggal satu kandidat yang akhirnya pimpinan sidang Piet Pagau menyerahkan pada floor untuk mengajukan nama kandidat baru. Muncullah nama Febryan dan Boy Tirayoh di arena KLB yang diajukan oleh anggota,” jelas Piet Pagau.

Dari 258 anggota Parfi yang mendaftar sebagai peserta KLB, sebanyak 144 yang hadir. Diantaranya adalah artis Rima Melati, Titiek Puspa, Tyo Pakusadewo, dan lain-lain. Mereka menyampaikan hak suara hingga voting dimenangkan Febryan Adhitya (87 suara), Boy Tirayoh (46 suara), dan KP Norman S (8 suara).

 Terpilihnya Febryan sebagai Ketua Umum Parfi ini menjadi catatan sejarah baru perfilman Indonesia. Karena di saat yang sama, Febryan masih menjadi Ketua Umum Karyawan Film dan Televisi (KFT).

“Parfi tidak mempersoalkan posisi Febryan di KFT, karena dia hadir di KLB sebagai anggota Parfi. Selain itu, Parfi dan KFT adalah organisasi yang berbeda. Beruntung, Febryan adalah pemain film yang menjadi ketua KFT  lebih dulu, dan sekarang jadi Ketua Parfi,” kata Piet Pagau. (imam)

 

Read 1413 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru