Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Pentas musik I Like Monday bertajuk Tribute to The Rollies yang dihadirkan oleh Komunitas Indonesia Kita (IKi) pimpinan Renny Djajoesman menuai sukses. Seluruh kursi pengunjung (sekitar 200 seat) ludes di-booking oleh pengusaha Oesman Sapta Odang.

“Alhamdulillah pentas malam ini lancar, dan pengunjung ikut bernyanyi mendengar lagu-lagu The Rollies,” kata Renny Djajoesman usai perhelatan Tribute to The Rollies di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017) malam.

Ada yang menarik pada gelaran IKi malam tadi. Setelah rutin tampil di acara yang sama dengan tema berbeda, malam ini tampak hadir di pengunjung dari kalangan politik seperti Ali Mochtar Ngabalin, pakar komunikasi Effendi Gazali, Ratih Sanggarwati, dan lain-lain.

Tembang hits milik grup band legendaris yang aktif pada tahun 1967 hingga 1990an itu, dibawakan oleh Ariyo Wahab, Ermi Kullit, Jelly Tobing, Renny Djajoesman, Bangkit Sanjaya, Tommy ‘Exentrix’ dan lain-lain. 

Hampir seluruh lagu mendapat apresiasi dari bangku pengunjung, yang umumnya kalangan berwajah ‘senior’, tapi ada beberapa wajah yang tampak berusia dibawah 40an tahun. 

Mereka ikut bernyanyi meski diselingi sambil bersantap malam, maupun setelahnya. Lagu-lagu tersebut Kemarau, Astuti, Bimbi, Nona, Hari-hari, Dunia Dalam Berita, Burung Kecil, Problema, Dansa Yo Dansa dan lain-lain dibawakan segar menghibur oleh penyanyi dengan iringan band terdiri dari Budi Harjono, Damon Koeswoyo, Donny Suhendra, Estu Pradana, Rama Muktio, dan Krisna Premeswara.

Tentang penampilannya malam itu, musisi Ariyo Wahab mengaku terinspirasi oleh The Rollies. “Kenapa saya mau tampil menyanyikan lagu The Rollies? Karena menurut saya, lagu-lagunya menginspirasi dan seksi. Ini bisa bagus kalau dikembangkan lagi,” kata Ariyo dari atas panggung.

Sementara itu Renny Djajoesman yang pernah ‘dekat’ dengan almarhum Gito Rolles, vokalis The Rollies mengatakan punya moment kenangan tersendiri.

“Pernah suatu ketika almarhum Gito Rollies bercerita kepada saya, bahwa dia sudah bosan berbicara dengan yang namanya manusia. Lalu dia berbicara pada penghuni dunia ini, seekor burung kecil. Inilah lagunya, Burung Kecil,” jelas Renny kemudian menyanyikan lagu yang sangat retrospektif tersebut.

Sejak tahun lalu, Komunitas Indonesia Kita yang diasuh oleh Ediwan Prabowo telah menggelar serangkaian konser “Tribute To” yang diilhami dari niat dan semangat mengenang dan memberi apresiasi pada karya-karya maestro musik Indonesia.

Beberapa yang sudah dipentaskan antaranya Tribute to Iwan Fals, Tribute to Godbless, Tribute to Titiek Puspa, Tribute to Koes Plus, dan lain-lain. Kegiatan IKi diluar panggung adalah aksi sosial.

Dalam pesannya di atas panggung, Renny Djajoesman kembali mengingatkan, bahwa bulan depan IKi akan menampilkan lagu-lagu lawas era tahun 1980an dan 1990an. 

“Pokoknya, yang suka musik tahun 1980an dan 90an datang saja kesini. Kita nikmati bersama acaranya di pekan ketiga bulan April,” pungkas Renny Djajoesman. (imam)

 

Last modified on Tuesday, 21 March 2017
Read 1098 times
Rate this item
(1 Vote)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru