Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kasus penganiayaan yang dialami Polisi Wanita (Polwan) cantik asal Kota Bogor, Bripda Muthia Padang, oleh atasannya Bbg seorang perwira polisi berpangkat AKBP setahun lalu nyaris tak terdengar lagi. Kasus yang ditangani oleh internal kepolisisan tersebut ternyata sudah tutup buku. Sementara, Bripda Muthia masih menjalani proses pemulihan kesehatannya.

Ibu kandung Bripda Muthia, aktris sinetron Yanti Yasser, sempat mengatakan akan meneruskan kasus yang dialami anaknya sesuai dengan hukum yang berlaku, baik di internal kepolisian maupun sesuai perundang-undangan.

“Apa pun akan saya pertaruhankan untuk membela anak. Walau pun saya perempuan, saya akan teruskan masalah ini sampai di mana pun,” kata Yanti Yasser, ibu kandung Bripda Muthia beberapa waktu lalu di Jakarta.

Selama setahun itulah, Yanti memperjuangkan keadilan bagi anaknya. Waktunya habis untuk bolak-balik mengurus masalah itu, perasaannya hancur melihat anak yang disayanginya jadi korban aniaya. Tetapi Yanti berusaha tegar, meski diakui, bila berada di rumah, cucuran air matanya tak bisa dibendung bila melihat nasib anaknya.

Namun seiring perjalanan waktu, sikap Yanti yang merupakan pengurus organisasi Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) itu melunak terhadap kasus itu. Manusia berubah, batu yang kokoh pun bisa hancur oleh tetesan air. Itulah yang dialami oleh Yanti Yasser sekarang. Meski harus melawan egonya, akhirnya ia memutuskan untuk memaafkan lelaki yang telah menganiaya anaknya.

“Kalau mengikuti kata hati, saya tetap ingin berjuang sampai titik darah penghabisan. Tetapi atas berbagai pertimbangan, terutama masalah kesehatan Muthia, tidak ada gunanya menyimpan dendam, karena selain merugikan orang lain, itu akan merusak diri kita juga,” kata Yanti ditemui tabloidkabarfilm.com di rumahnya, di kawasan Bogor Utara, Sabtu (8/4/2017) malam.

Perubahan sikap Yanti atas kasus penganiayaan anaknya tersebut memang mengejutkan. Namun, dia benar-benar telah membuka diri menyelesaikan persoalan anaknya dengan cara kekeluargaan.

“Kesehatan anak saya lebih penting dan utama dari apapun. Kalau kasusnya dilanjutkan, dan itu akan menjadi sangat buruk bagi kesehatan Muthia,” ungkap Yanti, setelah berkoordinasi dengan sang anak serta pengacara HRM Bagiono SH MBA yang menangani kasus anaknya tersebut.

Menurut Yanti, pada 7 April lalu Bripda Muthia menjalani operasi di RS BMC Bogor akibat sakit polip servic. Namun, hasil operasi itu timbul lagi sakitnya dan menjadi kanker servic stadium awal. Rencananya tanggal 10 April, Bripda Muthia akan menjalani operasi lagi di RS Dharmain, Jakarta.

“Karena Muthia sakitnya seperti ini, dokter menyarankan agar dia tenang dan istirahat tidak boleh banyak pikiran. Makanya, mengenai kasusnya tersebut, pihak keluarga sepakat untuk tidak melanjutkan perkara pelaporan AKBP Bbg. Pertimbangannya adalah kesehatan anak kami lebih penting,” jelas Yanti yang sikapnya tersebut mendapat support dari suaminya, yang seorang pengacara, Edy Triyono Sumartadi SH MH. (imam)

Last modified on Tuesday, 11 April 2017
Read 2806 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru