Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) menggandeng seniman ludruk di Kumpulan Ludruk Jakarta (KLJ). Pementasan bertajuk “Pilcabe” (Pilihan Calon Besan) ini bagian program Pafindo, dalam rangka HUT ke-42 Taman Mini Indonesia Indah, dan peringatan Hari Kartini.

“Kami niatnya belajar mengasah keterampilan dan mengenal lebih dekat seni panggung, selain berupaya melestarikan seni tradisi ludruk,” kata HRM Bagiono, SH MBA selaku Ketua Umum Pafindo, saat dijumpai di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (17/4/2017) malam.

Malam itu digelar gladi-resik untuk pementasan di tempat yang sama pada Kamis, 20 April mendatang. Sejumlah anggota Pafindo yang hadir dan berlatih antaranya Mugi Cakra Elangga, Aini,  Bagiono Prabowo, Yanti Yaseer, Rita Hasan, Robby Bo, Lilik Dwipu, dan Prapto Pempek.

Sementara dari KLJ yang umumnya adalah eks anggota Srimulat, antaranya Agus Pengampon, Nini Chandra, Ellyn, Firman, Gepeng, Arbain, Tini, Novi, dan lain-lain.

Pentas bersama seniman dari disiplin ilmu yang berbeda (pop dan tradisi) ini bukanlah produk kesenian baru. Tapi bagi Pafindo merupakan kegiatan unik yang pertamakalinya diadakan.

“Kebetulan, anggota kami, pakde Prapto adalah seniman panggung yang juga bergabung dengan seniman ludruk di sini. Sehingga saya mengajak anggota Pafindo untuk ikut belajar tampil bersama dalam panggung ludruk,” jelas Bagiono.

Sutradara pementasan ludruk “Pilcabe”, Cak Basuki mengatakan persiapan pentas dilakukan sebulan, dan tidak terlalu sulit menemukan chemistry diantara para pemainnya.

“Pola dialog dan blocking antara sinetron dan pentas seni panggung sangat jauh berbeda, sehingga para pemain dari Pafindo harus ekstra keras menyesuaikan diri di sini,” kata Cak Basuki.

Hadir pada malam itu antara lain Ketua KLJ, Cak Bathin dan Kepala Anjungan Jawa Timur, H Samad. Pada kesempatan tersebut, Cak Bathin mengungkap pentingnya pementasan kolaborasi ini.

“Kami sangat berterimakasih atas kerjasama yang ditawarkan oleh pengurus Pafindo. Hal ini akan memberi kesempatan kepada kami untuk dapat pentas diluar Taman Mini,” ungkap Cak Bathin. Menurutnya, selama hampir 3 tahun dibentuk, KLJ selalu bermain di Anjungan Jawa Timur TMII.

Kesenian ludruk merupakan warisan budaya daerah Jawa, yang bermetarmorfosis dari alat hiburan rakyat, kemudian menjadi alat perjuangan. Dalam pergolakan sebelum kemerdekaan maupun setelah Indonesia merdeka, kesenian ini sempat ikut dalam arus politik tertentu.

Namun, dalam pementasan pada 20 April nanti tidak akan ada dialog yang menyerempet persoalan politik, seks, pornografi dan SARA. “Kami berharap, cerita dan dialog para pemain nantinya tidak melebar jauh, dan keluar dari pakem ludruk, misalnya menyerempet soal politik dan lain-lain,” harap H Samad.

Tentang kesan anggota Pafindo yang baru pertama main ludruk, artis sinetron Yanti Yaseer mengaku tertantang berlakon improvisasi.

“Waktu pertama datang dan melihat mereka main, sepertinya gampang. Saya malah ketawa-tawa nontonnya. Tapi, anggapan saya salah. Dan merasakan betapa hal ini perlu kemampuan lebih dari sekadar berakting,” kata Yanti, yang telah membintangi ratusan judul sinetron dan Film televisi tersebut.

Artis Rita Hasan yang pernah main ludruk dengan menjadi bintang tamu pentas KLJ, mengatakan sangat senang karena mendapat ‘teman baru’ untuk berekspresi di pentas seni tradisional.

“Saya senang bisa sepanggung dengan teh Yanti yang orang Sunda. Saat latihan, mungkin sedikit repot mengimbangi dialog yang kadang pakai idiom Jawa. Kalau saya, kan orang Jawa, jadi lebih mudah mengikuti. Tapi, alhamdulillah setelah beberapa kali latihan hal teknis itu bisa teratasi,” ujar Rita Hasan. 

Selain berkolaborasi dengan seniman ludruk, Pafindo juga akan bekerjasama dengan seniman tradional lainnya. “Dalam upaya ikut merawat kebudayaan tradisional Indonesia, kami juga ingin tampil bersama tim kesenian lenong, dan lain-lain di lain waktu,” kata Bagiono menutup perbincangan.

Gratis masuk TMII
Dalam rangka HUT TMII, pengelola memberlakukan harga karcis pintu masuk dengan harga khusus pada 17-18-19 dan 20 April 2017. Harga khususnya berupa, 1 tiket berlaku 2 orang. Harga khusus ini terhitung mulai pukul 06.00 sampai 22.00.

“Harga tersebut tidak berlaku untuk kendaraan. Kendaraan tetap membayar sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Jeremi Lahama, Kabag Humas TMII.
Kedua, karcis pintu masuk TMII akan digratiskan pada 20 April 2017, mulai pukul 06.00 -16.00. Karcis gratis ini tidak berlaku untuk kendaraan. (imam) 

Last modified on Tuesday, 18 April 2017
Read 1063 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru