Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film genre reliji Indonesia dangkal dalam hal tema, dan cenderung stereotype dengan isu perkawinan poligami. Kendati tdak semua cerita film reliji seperti itu, penonton sudah memberi stigma spesifik tersebut.

Bahkan pada skala yang lebih luas, ketika film Bukan Cinta Malaikat (BCM) digarap bersama rumah produksi dari Malaysia (Ace Motion Pictures) dan Indonesia (Ganesa Perkasa Films), hasilnya tidak jauh berbeda. 

Mungkin berangkat dari kesamaan sebagai negara mayoritas beragama Islam, racikan BCM disesuaikan dengan 'selera pasar' yang sama.

Pesan yang disampaikan BCM adalah kewajiban umat untuk berharap kepada Allah SWT, termasuk dalam hal mencari pasangan hidup. Kekuatan cinta saja tak cukup menghidupi biduk rumahtangga.

Keyakinan terhadap kekuatan cinta adalah satu hal, rencana Tuhan siapa yang tahu? BCM diperankan tiga "pemain utama" yaitu Norma Danish (artis Malaysia) sebagai Dewi, Ashraf Muslim (aktor Malaysia) sebagai Adam), dan Fachry Albar (Reyhan). 

Adam dan Reyhan sama-sama mencintai Dewi. Dewi dalam kondisi goyah, terhunus oleh cinta masa lalunya bersama Adam dan Reyhan yang muncul belakangan. Pertemuan Dewi dan Reyhan dipertemukan oleh situasi krisis di Mekah.

Reyhan yang seorang volunteer sekaligus aktivis sosial kemanusiaan dari Indonesia (Bandung) yang bertugas di Arab Saudi. Dewi sedang umroh, ketika dia terjebak kasus kriminal dan ditahan petugas. Reyhan berhasil meyakinkan petugas, dan membebaskan Dewi dari jeruji tahanan.

Konflik di awal film sebenarnya cukup menegangkan. Terutama ketika kendaraan dinas yang dikemudikan Reyhan dihadang pemberontak. Di dalam mobil ada beberapa orang termasuk Dewi. 

Para begal bersenjata nyaris menghabisi seisi mobil. Namun, mobil dapat melepaskan diri dari kemelut. Konflik ini, sayangnya digarap dengan editing yang sangat buruk, dan mengabaikan logika.

Salah satu adegan yang tak masuk akal itu, ketika Reyhan yang berada di sisi kiri mobil sambil merampas senjata pemberontak, dia berlari mengejar mobil yang ternyata sudah ada sopir di dalamnya, yaitu Reyhan sendiri.

Sejak pertemuan itu, Dewi dan Reyhan lebih sering bertemu dan saling memuji. Namun, di lain pihak, Adam teman masa kecil Dewi tetap mengejar cintanya. Dewi berusaha menolak cinta Adam, namun gagal.

Mereka menikah tapi tak direstui keluarga Adam, karena status sosial dan perekonomian yang jauh berbeda. Malam pertama terjadi di sebuah hotel. Tapi, keluarga Adam yang kaya, berhasil menghentikan status hukum negara pernikahan Adam dan Dewi. Secara hukum Negara, perkawinan keduanya tidak sah. 

Dewi yang sebenarnya terpaksa menikah, pun lepas dari pelukan Adam. Padahal secara hukum agama, pernikahan mereka sah sebagai suami-istri. Pernikahan dan perpisahan itu berlangsung cepat. Reyhan yang tidak tahu adanya persoalan antara Dewi dan Adam, datang melamar Dewi dan mereka menikah di Bandung.

Jalinan cerita BCM sebenarnya sangat kuat dan menarik jika digarap lebih sabar, jeli dan teliti agar tidak banyak mengabaikan logika. Narasi yang dikedepankan film ini cukup manusiawi. Cinta manusia tetap memiliki sisi kelemahan. "Cinta kita sangat lemah, dan itu bukanlah cinta malaikat.."

Sepotong kalimat itulah yang terucap dari bibir Dewi ketika jiwanya berada di ujung kehidupan, usai dibius dan mengalami pendarahan akibat kandungannya yang berusia 3 bulan digugurkan oleh orang-orang suruhan keluarga Adam.

Kehadiran film BCM yang mulai tayang di bioskop Indonesia 13 Juli, kembali menegaskan bahwa film reliji terjebak pada stigma yang sama. Jika bukan persoalan poligami maka yang muncul adalah masalah poliandri. (imam)

 

 

 

 

 

Last modified on Thursday, 13 July 2017
Read 1126 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru