Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

PT Midessa Pictures bekerjasama dengan Kreativa Art memproduksi film berjudul "Enak Tho Zamanku, Piye Kabare?". Film genre drama satir ini diperankan Ismi Melinda, Ratu Erina, Soultan Saladin, Otig Pakis, Yurike Prastika, Pandji Addiemas, dan lainnya.

"Syuting film akan dimulai besok (Senin, 14 Agustus) di Cirebon, Jawa Barat," kata Sonny Pudjisasono, produser Midessa Pictures kepada tabloidkabarfilm.com, Minggu (13/8/2017) malam.

Menurut Sonny, film Enak Tho Zamanku, Piye Kabare? diangkat dari fenomena yang terjadi pada kehidupan sosial masyarakat.

"Film ini memotret kehidupan sosial masa kini dengan masa lalu, dibuat dalam bentuk drama satir," kata Sonny yang mempercayakan Akhlis Suryapati D, yang membuat film Lari Dari Blora (2007) sebagai sutradara.

Sonny Pudjisasono selain aktif di perfilman adalah Ketua Partai Buruh, dan Ketua Umum Perusahaan Pertunjukkan Film Keliling Indonesia (Perfiki).

Menurut dia, film Enak Tho Zamanku-Piye Kabare? selain menghibur juga menawarkan gagasan baru.

"Genre film ini memang tidak populer dan baru. Kami ingin mengisi kekosongan genre itu dan mempelopori munculnya penonton yang baru, agar film Indonesia lebih variatif tidak didikte trend pasar yang monoton," jelas Sonny.

Menurut Sonny, jika penonton tidak diberi alternatif jenis film, hal itu akan berdampak pada kebosanan. 

"Akan bosan penonton film Indonesia ke depan jika disuguhi film yang datar, sama di semua genrenya," lanjut Sonny yang juga Sekretaris Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI).

Judul film Enak Tho Zamanku, Piye Kabare? sangat akrab di masyarakat, dan menjadi idiom yang sering dikaitkan dengan mantan presiden Soeharto.

Tentang hal tersebut, Sonny mengatakan, yang penting dari film "Enak Tho Zamanku, Piye Kabare?" adalah akan hadir menjelang Pemilu 2019.

"Menjadi lebih penting lagi, karena film ini akan hadir saat ada momentum munculnya dinamika politik terkini menjelang Pmilihan Umum (Pemiku) 2019, yang sudah mulai terasa panas di semua sektor kehidupan saat ini," tutur Sonny.

 

Sinopsis

Pinuntun (Dolly Marten) disingkirkan secara brutal oleh kawanan GatoLoco (Eko Xamba), dalam tragedi rebutan warisan keluarga berupa Hotel, Restoran, dan Klub Hiburan.

Kesembuhannya diharapkan banyak pihak, terutama oleh Mbah Mangun (Otig Pakis) yang punya kepiawaian menggoreng menu makanan pokok dengan aneka bumbu khas alami, sebagai hidangan nasi goreng enak bagi para pelanggan, termasuk orang-orang Belanda yang punya tradisi napak-tilas leluhurnya di Indonesia.

Paska peristiwa anarkisme, putra Pinuntun berjuluk DarmoGandul (Pandji Addiemas) kembali dari perantauan, menikmati nasi goreng enak bikinan Mbah Mangun, serta ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. 

Kembalinya DarmoGandul menjadi ancaman bagi Saladin pimpinan mafia perdagangan wanita. Saladin mengerahkan kawanan GatoLoco, berpasangan dengan Madon-A (Ratu Erina), untuk menyingkirkan DarmoGandul. GatoLoco sendiri adalah teman karib DarmoGandul semasa kecil tatkala sama-sama keblinger ilmu filsafat dan kanuragan di bawah asuhan Suhu (Reza Pahlawan). Kini mereka harus berhadap-hadapan sebagai musuh.

Tetapi kekuasaan dan jaringan kejahatan Saladin, tidaklah sesederhana yang dibayangkan banyak orang. (imam)

Last modified on Sunday, 13 August 2017
Read 1328 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru