Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Hanung Bramantyo mempersiapkan proyek film terbaru, yang mengangkat kisah sejarah Raja Mataram Pertama, Sultan Agung yang bertahta di era tahun 1600an.

"Film Sultan Agung bukanlah dokumenter atau film sejarah, melainkan drama roman fiksi berlatar sejarah," kata Hanung Bramantyo kepada wartawan di Jl Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Sutradara bertangan dingin penghasil film-film laris dan berkualitas ini didapuk menangani film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta, pesanan pengusaha kosmetik Mooryati Soedibyo, yang untuk pertamakali memproduksi film melalui rumah produksi Mooryati Soedibyo Cinema. 

"Setelah Soekarno, Indonesia Merdeka, ini film kedua saya dengan latar kisah perjuangan tokoh sejarah," ujar Hanung didampingi produser eksekutif Hj DR BRA Mooryati Soedibyo SS MHum, serta dua pemeran Ario Bayu Wicaksono dan Anindya Kusuma Putri.

Menurut Hanung sejarah Sultan Agung adalah nyata di depan mata, namun belum pernah ada produser manapun sebelumnya yang berani membuat filmnya.

"Saya salut pada Bu Mooeryati, diusianya yang ke-90 tahun berani dan mau memproduksi film sejarah Sultan Agung," kata Hanung.

Saat ini persiapan produksi masih dilakukan dan belum dapat dipastikan kapan mulai syuting. 

"Jadwal syuting belum bisa saya sebutkan sekarang, karena masih panjang persiapannya. Nanti akan dikabarkan lagi," jelas Hanung yang akan menghadirkan film perang melibatkan binatang gajah, tentara, dan property lainnya.

"Setidaknya film nanti melibatkan 500 pemain sudah termasuk ekstras," lanjut Hanung yang akan mempercayakan urusan teknis CGI kepada X-Jo, sutradara film "Garuda Superhero".

Rencana produksi film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta sudah diwacanakan setahun lalu, bahkan dalam seminar khusus di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada seminar itu sudah terbentuk tim produksi termasuk sutradara yang akan menggarap yaitu, Nyangoen. Cukup mengejutkan ketika akhirnya Hanung yang akan menyutradarai film "Sultan Agung".

Sebagai penggagas film, Mooryati Soedibyo mengatakan pentingnya film sejarah Sultan Agung bagi ilmu pengetahuan masyarakat dan pelajar Indonesia.

"Ini bukan film politik,  saya persembahkan kepada bangsa dan negara untuk menghidupkan kembali semangat kesatuan dan persatuan. Film ini ditujukan khusus bagi generasi penerus agar mengenal dan menghargai perjuangan pahlawan kita," ujar Mooryati, yang merupakan cucu Sri Susuhunan Pakoe Buwono X dari Keraton Surakarta.

Terpilihnya Ario Bayu sebagai pemeran utama sebagai Sultan Agung dan Anindya Kusuma Putri juga atas pertimbangan Mooryati.

"Bu Moer yang menentukan Ario Bayu jafi pemeran Sultan Agung. Tapi, uniknya ibu tidak melihat berdasar jumlah follower si pemeran utama tapi berdasarkan karakter yang cocok sebagai Sultan Agung. Ibu hanya bertanya asalnya dari mana, apakah bisa berbahasa Jawa, dan Ario terpilih dari beberapa nama yang saya ajukan," jelas Hanung.

Bagi Ario Bayu keterlibatannya di film "Sultan Agung" adalah sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman baru.

"Berperan di film berlatar sejarah, saya merasa seperti masuk lorong waktu, yang ketika jendelanya terbuka, saya berada di sana. Ini sebuah pengalaman berharga buat saya," kata Ario.

Sementara Anindya Kusuma Putri yang akan berperan sebagai permaisuri, mengaku sangat senang dapat kesempatan main film.

"Sangat membanggakan dapat dipercaya memerankan permaisuri, meski pun ini adalah film pertamaku," ujar gadis peraih gelar Putri Indonesia 2015 yang akrab disapa Anin tersebut. (imam)

Last modified on Tuesday, 15 August 2017
Read 362 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru