Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangfilm Kemdikbud) memprioritaskan daerah katagori 3T (Terluar, Terjauh, dan Tertinggal) sebagai target kegiatan apresiasi film sepanjang 2017.

"Karena "Cinema on the Beach" sejalan dengan Pusbangfilm dalam kegiatan apresiasi film untuk masyarakat daerah," kata M Sanggupri, Kasubdit Apresiasi dan Tenaga Perfilman Pusbangfilm Kemdikbud di hari ke-2 "Cinema on the Beach" di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (19/8/2017) malam.

Malam itu dua film diputar yakni Labuan Hati dan film dokumenter Pulang. Lokasi pemutaran di Pelabuhan Pelni, Labuan Bajo kembali dikunjungi ribuan penonton yang datang dari pelosok Labuan Bajo.

Menurut M Sanggupri, sepanjang tahun 2017, Kemdikbud menyasar target pemutaran film di 300 titik, dimana Pusbangfilm mendapat 70 titik wilayah di Indonesia.

"Dari 70 titik kecamatan itu, setengahnya sudah kami jalankan," katanya.

Target yang disasar Pusbangfilm adalah daerah setingkat kecamatan, yang tidak atau belum memiliki akses bioskop.

"Terutama kecamatan di daerah 3T, yaitu Terluar, Terjauh, dan Tertinggal. Ini adalah amanat Pak Presiden Joko Widodo," kata Sanggupri.

Beberapa kota yang dimaksud terletak di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia, Papua, Aceh, Sulawesi, termasuk di Flores.

Secara umum, program apresiasi film Kemdikbud dilaksanakan oleh beberapa direktorat di bawahnya.

Misalnya, Pendidikan Bahasa Indonesia bagi penutur asing, pemutaran film dan pentas seni di 17 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang memiliki program Rumah Budaya.

"Program Rumah Budaya di 17 KBRI difasilitasi Pusbangfilm dan Direktorat Kesenian Kemdikbud," lanjutnya.

Program apresiasi film juga difasilitasi Direktorat Sejarah (film sejarah), Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan, Direktorat Kesenian, dan Direktorat PAUDNI (pendidikan anak usia dini dan non formal).

Guna menunjang fasilitasi apreasiasi film, saat ini terdapat mobil bioskop keliling (bioling). 

"Saat ini baru sekitar 100 bioling, dan ditargetkan 150 unit sampai tahun 2019," jelas Sanggupri.

 

Materi putar film

Film yang diputar di program Pusbangfilm dipilih yang menghibur, dan membangkitkan karakter kebangsaan.

"Materi film biasanya dari film-film yang dibeli Pusbangfilm dari produser dan hasil digitalisasi film-film koleksi Sinematek Indonesia," katanya.

Digitalisasi film koleksi Sinematek ini akan dilanjutkan sampai tahun 2019. Secara berkala, Pusbangfilm  melakukan digitalisasi terhadap film-film lawas dari Sinematek.

"Tujuannya untuk penyelamatan dan pelestarian nilai-nilai budya dan sejarah," kata Sanggupri. 

Jumlah film di Sinematek yang berhasil didigitalisasi (dari film berbahan seluloid), mulai tahun 2016 sebanyak 32 film, dan tahun 2017 sebanyak 35 film. (imam)

 

Last modified on Thursday, 24 August 2017
Read 361 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru