Print this page
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film "Turah" karya Wicaksono Wisnu Legowo meraih simpati Tim Seleksi Film Oscar untuk mewakili Indonesia di Academy Awards 2017 di Amerika Serikat.

Di ajang perebutan Piala Oscar itu, Turah masuk dalam kategori film berbahasa asing (Foreign Language Film). Turah sendiri merupakan nama tokoh utama di dalam film itu.

Tim Seleksi Film Oscar terdiri dari sejumlah insan film antaranya Christine Hakim, Reza Rahadian, Mathias Muchus, Marcella Zalianti, Jenny Rahman, Tya Subiyakto, Zairin Zain, Roy Lolang, Firman Bintang, Fauzan Zidny, dan Alim Sudio. 

Mereka memutuskan mengirimkan Turah ke Academy Awards setelah sebulan menyeleksi seratus judul lebih film Indonesia.

“Meski film ini berbahasa daerah Tegal, tetapi gambaran film ini sangat mencerminkan Indonesia. Film ini juga digarap luar biasa terutama para pemainnya yang berasal dari teater,” kata Christine Hakim kepada wartawan di Plaza Indonesia, Selasa (19/9/2017).

Film drama berdurasi 83 menit ini berbahasa daerah Tegal produksi Fourcolours Films tahun 2016. Para pemainnya terdiri dari senimam teater, antara lain Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng, Firman Hadi, Bontot Sukandar, Narti Diono, dan lain-lain. 

Turah menceritakan kehidupan Kampung Tirang di Kota Tegal yang terisolasi selama bertahun-tahun kemudian memunculkan berbagai problema.

Tahun 2016, film ini memenangi 3 kategori sekaligus; Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival. 

Sedangkan kategori Asian Feature Film Special Mention diraih dalam Singapore International Film Festival.

“Saya lihat cerita, penggarapan dan para pemain dalam film ini luar biasa. Kita seperti melihat wajah kita dalam film ini. Itulah sebabnya semua anggota Tim Seleksi sepakat untuk mengirimkan film ini ke Oscar,” kata aktor Reza Rahadian.

Keikutsertaan Indonesia di ajang Piala Oscar untuk film asing sudah berlangsung sejak tahun 1987, melalui film Naga Bonar.

Sejauh ini belum pernah ada hasil menggembirakan yang diperoleh Indonesia di ajang tersebut. Sementara, Iran salah satu negara di Asia, sudah beberapa kali mendapat penghargaan dari ajang ini.

Meski rutin mengikuti Piala Oscar dan tidak pernah mendapat pengargaan, Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) yang ditunjuk AMPAS (America Motion Picture Association), tak pernah menjelaskan kekalahan Indonesia. 

"Mulai tahun ini Tim Seleksi Film Oscar akan bekerja secara tetap agar dapat melakukan evaluasi," kata Ketua PPFI, Firman Bintang yang dalam hal ini mendapat fasilitasi dari Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kemendikbud. (imam)

Last modified on Tuesday, 19 September 2017
Read 1225 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru