Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Rencana produksi film "Satria" oleh Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

"Kami menyambut baik rencana produksi film Satra, dan berharap film ini menjadi sarana promosi bagi kabupaten Banyumas," kata H Ahmad Husein, Bupati Banyumas di The Pallas, Kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2017).

Ahmad Husein yang didampingi Wakilnya Budi Setiawan menambahkan, film yang akan disutradarai Jito Banyu (pembuat film Angeline dan Psikopat) kelahiran Banyumas juga diharapkan menaikkan kunjungan wisatawan lokal dan asing.

"Banyumas memiliki potensi wisata dan kuliner selain banyak tokoh besar negeri ini berasal, antaranya pahlawan Jenderal Gatot Subroto dan Jenderal Sudirman," ujar Ahmad.

Hadir dalam press gathering di kawasan yang mewah itu para pemain dan kru film Satria, anggota DPRD Banyumas, dan Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kemdikbud.

Kuliner Banyumas sangat beragam seperti tempe Mendoan, Getuk Goreng, Sate Bebek, Cetil, Tiwul. "Siapa yang nggak kenal tempe mendoan, getuk goreng Sokaraja?" ujar Esti Naomi, produser Ralia Pictures.

Jaka Alfianda, eksekutif produser Gula Kelapa Pictures punya alasan untuk membuat film Satria.

"Semangat orang Banyumas dalam menggapai impian jadi orang sukses di Republik ini perlu menjadi suri tauladan bagi generasi sekarang ini," katanya.

Dia menyebut nama Jenderal Sudirman, Gatot Subroto sebagai contog dari rakyat jelata dengan pendidikan rendah tapi bisa menjadi jendral dan tokoh nasional. 

"Tanpa perjuangan dan tekad besar mustahil hal itu bisa dicapai. Semangat inilah yang ingin kami tularkan lewat film Satria," jelasnya.

 

Biaya APBD

Film Satria akan muial syuting bulan November 2017 diperankan antaranya Pong Harjatmo, Pangky Suwito, Jajang C Noer, Rianti Cartwright, Yama Carlos, Elvira Devinamlra, Melayu Nicole dan lain-lain.

Sutradara Jito Banyu berjanji akan menggarap film Satria secara maksimal.

"Saya akan hadirkan film yang membawa misi budaya Banyumas dan edukasl buat penonton," kata Jito yang mengatakan produksi film tidak menggunakan dana APBD.

Sekalipun mangangkat budaya lokal Banyumas dan sekitamya, film Satria juga bicara soal kebinekaan dan kecintaan terhadap NKRI.

"Film Satria dibiayai oleh sejumlah pengusaha dari Banyumas yang peduli, dan tidak menggunakan biaya APBD," kata Jito.

Namun, Bupati Ahmad Husein mengatakan dukungan Pemkab Banyumas untuk film Satria termasuk dari APBD.

"Mekanismenya, kan film ini dibiayai swasta. Makanya berani bikin gathering ini," ujar Ahmad Husain. 

Walaupun belum tahu besar dana bantuan produksi film, Ahmad Husein memperkirakan besarannya.

"Belum tahu berapa, tapi saya perkirakan sekitar 200 (juta)," tandas Ahmad sambil meninggalkan lokasi. (imam)

Last modified on Saturday, 30 September 2017
Read 239 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru