Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Kapusbangfilm) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) DR Maman Wijaya akan bertanggungjawab terhadap kegiatan Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Hal itu disampaikan Maman Wijaya lewat pesan Whats App, menyikapi beragam laporan tentang insiden di malam Pengumuman Nominasi FFI 2017 pada  Kamis (5/9/2017) malam di Ball Room Rafles Hotel Jakarta.

"Bila dalam penyelenggaraan FFI 2017 ada hal-hal yang baik, itu karena berkat usaha dan perjuangan teman-teman semua insan perfilman. Namun bila ada kekeliruan dan kekurangan, itu semata-mata karena kekeliruan dan kekurangan saya. Saya yang bertanggungjawab,” tegas Maman Wijaya.

Pesan WA itu menjadi viral terkait polemik acara Malam Pengumuman Nominasi, dimana terdapat tiga hal krusial di dalamnya yaitu soal film Posesif yang belum mendapat tanda lolos sensor dari Lembaga Sensor Film, logo FFI 2017 yang mirip festival lain di luar negeri, dan lagu Indonesia Raya.

Ketiga hal tersebut dipermasalahkan oleh masyarakat pemerhati film, khususnya mereka yang datang pada acara Malam Nominasi.

Persoalan yang ramai diperbincangkan oleh netizen adalah tentang masuknya film Posesif dalam FFI 2017 meraih 10 Nominasi. Padahal film tersebut belum beredar, sebagai syarat menjadi peserta FFI.

Ketua Dewan Juri FFI 2017 Riri Riza mencoba menjawab persoalan tersebut, dengan mengatakan Posesif sudah diputar secara berbayar di Kineforum, Kinosaurus Kemang dan Cine Space pada 22 – 24 September lalu. 

Dengan begitu, menurut Riri Riza, film Posesif sudah bisa mengikuti FFI.

Sebelumnya, Wakil Ketua FFI 2017 Totot Indrarto menjelaskan, persyaratan sebuah film untuk menjadi peserta FFI harus sudah ditonton umum secara berbayar di Indonesia. Bila mengacu pada ketentuan itu Posesif sah ikut FFI.

Namun karena ada aturan lain yang lebih tinggi, yakni UU Perfilman dimana Pasal 57 UU No.33 tahun 2009, menyatakan film yang dipertunjukkan untuk umum harus memiliki STLS (Surat Tanda Lolos Sensor). Artinya film tersebut harus sudah melalui tahap penyensoran.

Film Posesif belum melalui prosedur yang diwajibkan oleh undang-undang. Film itu belum melalui proses LSF ketika diputar di ketiga tempat tersebut. Menurut pejabat di LSF, Posesif baru lolos sensor tanggal 6 Oktober 2017. 

Hal yang juga dinilai memalukan adalah kesamaan logo FFI dengan Tribeca Film Festival, sebuah festival film di luar negeri. Logo FFI dan Tribeca memiliki karakter yang sama-sama menjadikan sebuah garis panjang vertikal sebagai pengganti huruf i.

 

Insiden lagu "Indonesia Raya"

Dan yang terakhir adalah insiden menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada pembukaan acara Malam Nominasi. 

Ketika itu dirigen meminta semua yang hadir untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dua stanza. Ternyata hadirin baru menyanyikan satu stanza, dirigen sudah meninggalkan panggung.

Meskipun dirigen sudah pergi, sebagian hadirin masih menyanyikan lagu Indonesia Raya stanza kedua, sehingga dirigen kembali ke panggung dan mengikuti lagu. Sayangnya sang dirigen tidak fokus lagi, hanya menggerakkan tangan mengikuti lagu sambil sesekali menengok ke kiri.

“Saya memahaminya sebagai diskusi yang hangat, dan, konstruktif untuk kemajuan perfilman Indonesia. Kadang-kadang memang perlu kita saling mengingatkan dengan cara kita sendiri-sendiri," ungkap Maman.

Tentang lagu Indonesia Raya dan logo FFI 2017, Maman berjanji akan memperbaiki. "Untuk satu nominasi film, saya masih perlu waktu koordinasi, karena menyangkut beberapa kalangan, termasuk di dalamnya organisasi profesi, dewan juri, dan panitia," kata Maman.

“Saya percaya, mas Riri Riza beserta segenap organisasi profesi dan seluruh Dewan Juri, sangat credible dan bereputasi tinggi. Saya tidak yakin beliau-beliau berani ambil resiko untuk melakukan hal-hal yang teman-taman khawatirkan dan bahas di atas. Saya akan pastikan lagi itu semua pada yang bersangkutan, dan selanjutnya akan saya informasikan lagi pada teman-teman semua,” paparnya.

Pernyataan Kapusbangfilm Maman Wijaya itu pun ditanggapi beragam oleh kalangan perfilman, diantaranya menyebut hal itu sangat positif. Namun, tidak sedikit yang berharap panitia FFI yang seharusnya menyatakan bertanggungjawab. (imam)

Last modified on Sunday, 08 October 2017
Read 350 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru