Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Febryan Adhitya segera mencopot jabatan Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Thamrin Lubis atas berbagai pelanggaran etika organisasi yang dilakukannya.

"Pelanggaran yang dilakukannya sudah cukup bagi kami untuk mencopot jabatannya sekaligus mencabut keanggotaannya di organisasi PARFI," ujar Febryan di Bollywood Cafe, Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (17/10/2017) malam. 

Keputusan Febryan sudah final, bahkan menurutnya didukung oleh para pengurus PB PARFI. Hal ini dilakukan PB PARFI menyusul beredarnya kabar viral di grup Whatapp tentang pelanggaran yang dilakulan Febryan.

"Kami sejak awal ingin PARFI menjadi lebih baik dan terhormat, tapi hasil laporan dari pengurus daerah dan pusat, dia banyak melanggar aturan serta etika organisasi," ujar Febryan di Bollywood Cafe, Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (17/10/2017) malam. 

Hadir di tempat itu beberapa pengurus PB PARFI seperti Ismail Sofyan Sani (Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi), Munir Khan (Kabid Keanggotaan) dan lainnya. 

Seperti diberitakan oleh tabloidkabarfilm.com, Senin (16/10/2017), Wasekum PARFI Thamrin Lubis melaporkan Febryan Adhitya ke Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) atas dua hal yang menurutnya sebagai pelanggaran organisasi. 

Kedua hal itu adalah, dilantiknya Pengurus PARFI Gorontalo pada 30 September 2017 oleh orang (bukan anggota PARFI) suruhan Ketum Febryan, dan aksi dukungan PARFI dipimpin Febryan pada penyanyi asal Bone di acara "Golden Memories 2" di Indosiar pada 10 Oktober silam. 

"Saya juga akan membawa kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE yang dilakukannya ini ke polisi," kata Febryan. 

 

Terjadi sebaliknya

Menurut Febryan, apa yang ditulis oleh Wasekum PARFI tersebut tidak benar.

"Yang terjadi sebaliknya. Selama ini saya diam berusaha menjaga agar tidak begini jadinya. Tapi karena sikapnya makin meresahkan organisasi, apa boleh buat saya blak-blakan, demi menjaga pengurus lainnya," jelas Febryan. 

Terkait dua kegiatan organisasi yang dipersoalkan oleh Wasekum PARFI, Febryan Adhitya menjelaskan:

"Secara aturan organisasi, pelantikan cabang PARFI harus dihadiri Ketua OKK (ismail Sofyan Sani), Sekretaris Umum (Sandy Nayoan) dan Ketua Umum. Tapi, pelantikan PARFI Gorontalo, aturan itu dirubah oleh Thamrin Lubis jadi saya sebagai Ketum dan Wasekum yang berangkat," paparnya.

"Saya tidak jadi berangkat karena hal itu tidak sesuai prosedur organisasi. Saya berkordinasi menghubungi Syarif, pengurus PARFI Gorontalo, dia katakan semua diatur oleh Thamrin Lubis," lanjut Febryan.  

"Mengenai orang yang disebut Thamrin sebagai Anto Tanjung, suruhan saya untuk melantik PARFI Gorontalo, itu saya tidak kenal nama bahkan wajahnya. Saya sempat dapat kabar dari sekretaris PARFI gorontalo bahwa ada aktivis film Gorontalo yang akan melantik pengurus PARFI di sana. Saya katakan tidak bisa seperti itu, dan ternyata pelantikan dilakukan juga," katanya.

"Soal acara "Golden Memories 2", itu semacam sosialisasi organisasi. Lagi pula tidak ada aturan yang melarang PARFI mendukung artis penyanyi. Saya orang Bone datang mendukung penyanyi dari Bone. Bersama pengurus dan anggota PARFI ke Indosiar dalam rangka mendekatkan organisasi ke masyarakat. Untuk menunjukkan PARFI masih ada.  Alhamdulillah kita sekarang dikenal oleh Indosiar," jelas Febryan. (imam)

Last modified on Wednesday, 18 October 2017
Read 472 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru