Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film "Silariang" produksi PT Art2tonic, Makassar meraih penghargaan di katagori "Film Bioskop" dari Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia. Penghargaan juga diraih "Serial TV" dan "FTV", serta pemenang lomba Artikel, Poster, dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM).

Pengumuman dan penyerahan penghargaan Anugerah LSF tersebut disampaikan pihak LSF selaku panitia penyelenggara ajang Anugerah LSF 2017 di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2017) malam. 

Silariang menyisihkan nominasi ajang pertama gelaran LSF ini, Turah (Four Colour Film), Kartini (Legacy Film/ Pictures), Rudy Habibie (MD Pictures), dan Nyai Ahmad Dahlan (Iras Pesona Film). 

Malam ALSF 2017 dihadiri para ketua dan pengurus organisasi perfilman antaranya Djonny Sjafruddin (GPBSI), Febryan Adhitya (Parfi dan KFT), Bagiono (Pafindo), aggota Komisi X DPR, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy, Kapusbangfilm Maman Wijaya,  serta Ketua LSF Ahmad Yani Basuki dan lain-lain. 

Penghargaan untuk katagori Serial TV diberikan kepada sinetron Para Pencari Tuhan  (Demi Gisela Citra Sinema/ SCTV). 

Sinetron yang diperankan Deddy Mizwar tersebut menyisihkan The East (Seribu Layar Sinema/ NET TV), Adit dan Sopo Jarwo (MD Eltra Animasi), Tetangga Masa Gitu (Impian Indonesia), dan Pangeran 1 dan 2 (Menara Citycon Lantai 7).

Sementara di katagori FTV, penghargaan diraih oleh FTV Namaku Sugeng Rawuh (Dharmawangsa Studio X/ Screenplay) yang menyisihkan Mutiara Hitam,  Bukan Tanah Air Beta, Rindu Dalam Sepotong Bambu, dan Mengejar Sepeda Sito Resmi.

Malam ALSF2017 juga memberi penghargaan kepada juara I, II, dan III Lomba Artikel, Poster, dan ILM. Masing-masing juara mendapat trophy dan uang. 

 

Amanat UU

Menurut Ketua LSF Ahmad Yani Basuki, ALSF2017 merupakan apresiasi dari LSF kepada kalangan pembuat film dan masyarakat penonton. 

"Tugas LSF bukan hanya duduk melakukan sensor dan mengklasifikasi film usia 13, 17, serta 21 tahun yang ternyata masih dilanggar oleh penonton. Anugerah LSF ini sesungguhnya amanat Undang-undang, kami patut memberi apresiasi  kepada film yang peduli dan taat azas aturan," kata Ahmad Yani dalam sambutannya. 

Anugerah LSF 2017 juga menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi sensor mandiri yang diprogramkan oleh LSF. 

Banyaknya masyarakat yang belum memiliki kesadaran sensor mandiri, sehingga LSF memberikan pembelajaran literasi sosialisasi sensor mandiri. 

"Sensor mandiri tidak berlaku hanya untuk penonton, tapi juga kepada pembuat film," jelasnya. 

ALSF2017 akan dilanjutkan setiap tahun. "Yang pertama ini LSF hanya mampu memberi apresiasi untuk beberapa katagori. Semoga bisa lebih banyak di tahun berikutnya," ujar Ahmad Yani. 

Dalam sambutan singkatnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengapresiasi kegiatan LSF tersebut.

"Indonesia cenderung banyak sekali aturan, tetapi semakin tidak beraturan. Semoga Anugerah LSF dapat menjaga marwah perfilman," kata Menteri Muhadjir. 

Acara malam pengumuman ALSF2017 sebenarnya cukup mewah dan menghibur dengan tampilnya pengisi acara Solehun, duet penyanyi Maha Dewi serta tarian tradisional sebagai pembuka acara. Namun, banyak tamu undangan meninggalkan tempat sebelum acara berakhir. (imam

Last modified on Tuesday, 07 November 2017
Read 177 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru