Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Setelah vakum 14 tahun, Adisurya Abdy yang kini Kepala Sinematek Indonesia menyiapkan film terbarunya berjudul "Stadhuis Schandaal". Film ini mengangkat cerita masa lalu dan saat sekarang ditulis oleh Adisurya Abdy, dengan setting property yang dibuat khusus.

"Untuk menggambarkan setting yang dibutuhkan, tidak semudah mewujudkan cerita di tulisan, perlu perwujudan fisik yang dibuat sesuai konteks cerita," kata Adisurya di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Menurut dia, kebutuhan artistik tidak dapat dipenuhi dengan barang, bangunan yang ada. Maka, timnya membuat membuat tiruannya.

"Saat ini kami bangun set berupa tangsi dan benteng Belanda, untuk set khusus film “Stadhuis Schandaal"," katanya tentang film yang akan mulai syuting di bulan November ini. 

Set khusus itu dibangun di lahan seluas 1500 m2 milik Inter Studio, di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Kita sudah mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kita lakukan, jadi lebih baik membangun set sendiri, supaya kerja lebih bebas,” kata Adisurya.

Film ini juga akan melakukan pengambilan gambar di Kota Tua Jakarta, terutama di Museum Fatahillah, dan di Shanghai, Cina.

Para pemeran film antaranya Tara Adia (Saartje Spech / Sarah), Michale Lee (Pieter Cortenhoff), Amanda Rigbi (Fei), Rensi Millano (Samina), Volland Humonggo (Danny Wong), George M Taka (JP Coen), Roweina Umboh (Eva Mert), dan Iwan Burnani (Jaques Spech).

Ada pula Septian Dwicahyo (Hans), Lady Salsabila (Mila), Stephanie Adi (Rika), Ati Cancer (Bibi), Bangkit Sanjaya (Pelayan  misterius), Kiki Amalia (Via), Anwar Fuadi (Abimanyu), Yanto Tampan (Anak buah Hans), Cindy (Tasya), Andika Ariesta (Aby), Iqbal (Rayman), Ricky Wala (Babam), dan lain-lain.

Film ini diproduksi oleh PT. Xela Film, dengan produser Omar Jusma.

 

 

Sinopsis

Stadhuis Schandal mengisahkan Fei, mahasiswi Ilmu Budaya Universitas Indonesia sedang mengerjakan tugas kampus mengenai The Old Batavia bersama teman kuliah yang lainnya.

Saat mencari bahan dan riset tentang itu di kota tua, ia diperhatikan oleh seorang gadis cantik turunan Belanda – Jepang bernama Saartje Specx atau dipanggil Sarah. 

Sosok Sarah kemudian menghilang dari pandangan Fei manakala dering iphone membuyarkan perhatian Fei pada sosok Sarah. Fei bertanya kemudian apakah temannya ada yang melihat Sarah? Namun temannya menjawab tidak.

Pertemuan antara Fei dan Sarah itu membuat Fei tidak dapat menghilangkan pertanyaan dalam fikirannya akan apa dan siapa sosok perempuan muda cantik yangmemperhatikannya di Gedung Fatahillah yang dulu bernama Stadhuis. 

Fei memiliki pacar bernama  Chiko yang posesive. Hubungan Fei dan Chiko sedang berada pada titik terendah, karena Chiko ingin seutuhnya menguasai serta mengatur Fei. 

Hal itu membuat Fei terganggu dan terbebani dan perlahan tapi pasti rasa cinta dan sayangnya terhadap Chiko mulai memudar, namun Chiko tidak ingin kehilangan Fei. 

Suatu hari Fei menemani ayahnya, Wisnu, seorang pengusaha, ke China.  Partner Wisnu adalah seorang pengusaha sukses China keturunan Indonesia bernama Daniel Wong (40 tahun). 

Di Shanghai Fei mengenal Danny Wong lebih dekat, dan Fei mengetahui bahwa Ayahnya dan Danny Wong akan memaksimalkan perkebunan sawit mereka di Pulau Sumatera, sekaligus memaksimalkan pabrik pengolahan minyak sawitnya. 

Danny Wong ditemani oleh Fei meninjau perkebunan sawit dan pabriknya di Sumatera. Pertemuan demi pertemuan membuat Fei dan Danny mulai semakin dekat, walau usia mereka berbeda agak jauh, namun hati mereka bicara berbeda. 

Kembali ke Jakarta, Fei yang masih harus menyelesaikan tugas kampusnya, kembali bersama beberapa temannya mengunjungi kota tua Batavia sebagai pusat kajian mereka. Disana Sarah kembali muncul memandang Fei dengan senyum memikat menyenangkan. Fei merasa bahwa ada satu kekuatan sepertinya Sarah memintanya untuk mendekat. 

Fei tanpa sadar kakinya melangkah mendekati Sarah. Dengan senyum yang lembut tulus memikat, Sarah lalu menyentuh bagian dada Fei, dan seketika masa kini beralih kemasa lalu, persisnya Fei dibawa oleh Sarah menembus lorong waktu menuju Batavia pada tahun 1628. 

Sarah adalah putri hasil hubungan gelap dari seorang Perwira Tinggi VOC bersama wanita Jepang saat Perwira Tinggi VOC itu bertugas disana. Sarah dibawa oleh ayahnya ke Batavia dan tinggal di rumah Jan Pieterzoon Coen sang Gubernur Jenderal. 

Di Batavia Sarah yang tumbuh remaja dan cantik membuat beberapa Perwira VOC baik muda maupun tua tergila – gila, namun dalam perjalanannya hati SARAH hanya tertambat kepada seorang Perwira muda VOC, salah seorang pengawal JP Coen yang bernama Pieter C. 

Pada masa - masa itu, hubungan beda ras dan beda strata tanpa ikatan perkawinan adalah sesuatu yang tabu, dan jika ketahuan maka dianggab hubungan terlarang sebagaimana perselingkuhan, dan hukumannya adalah mati. 

Chiko yang semakin merasa bahwa Fei berupaya menjauh dan menghindar darinya, tidak dapat menerima. Terlebih - lebih manakala Fei mengatakan bahwa hubungan mereka sebaiknya disudahi dan putus. 

Chiko mulai kelihatan perangai aslinya yang tidak baik, dan memang sesungguhnya selain childish, Chiko tanpa diketahui oleh teman – teman kampusnya adalah bagian dari sindikat yang seringkali memeras banyak perusahaan. Dengan kata lain Chiko adalah anggota dari sindikat Cyber Crime. (imam

Last modified on Friday, 17 November 2017
Read 132 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru