Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Di pertengahan tahun 1980an, nama Wahyu OS sangat populer sebagai pencipta lagu "Senandung Doa" yang dilantunkan Nur Afni Octavia. Kini, lelaki kelahiran Bandung 13 Juni 1959 itu sibuk di lahan pertanian.

"Saya tinggalkan panggung musik sejak 1990. Persisnya sejak berhasil membuat pupuk," kata kang Wahyu OS, saat berbincang di mobil yang membawa kami dari rumah makan Boko di Purwakarta menuju Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

Ketenaran lagu Senandung Doa menjadi berkah bagi Wahyu ketika itu. Pasalnya, dia sering diundang oleh keluarga presiden Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam. Secara ekonomis, penghasilannya dari lagu itu sangat mencukupi keluarganya. 

Jika ada yang lupa lagu ciptaan Wahyu OS, berikut ini lirik lagu yang direkam di perusahaan JK Records milik produser Judhi Kristianto: 

Peluklah diriku 

Agar tak jauh denganmu

Lebih baik kau tidur 

Diatas pangkuanku

Sebelum terlena 

Senandungkanlah doa

Ukirlah namaku direlung hatimu

 

Lihatlah mentari 

Perlahan akan tenggelam

Biasanya kan datang 

Rembulan diwaktu malam

Angin bertiup 

Menyentuh dedaunan

Nampaknya menari riang 

Ditemani rembulan

 

Tuhan, lihatlah kami 

Yang tiada lelah berdoa

Dibalik tirai yang sepi 

Menanti hangatnya diri

 

Dibawah sinar rembulan 

Nampak terang menitik

Tatapanmu teduh

Indah disinari rembulan..

 

Sepenceritaan Wahyu, selama 10 tahun lebih dia bolak-balik ke Brunei, terkadang menetap sampai 7 bulan di negara tetangga Indonesia itu. Dia pun menjadi kordinator artis selama di Brunei. 

"Diluar kesibukan itu, saya melakukan riset untuk bikin pupuk," ujarnya. 

Ada janji hati Wahyu, jika dia punya banyak uang maka akan membantu para petani untuk mendapatkan pupuk berkualitas. 

Lebih dari 10 tahun dia melakukan riset membuat pupuk. Suatu ketika, Wahyu mengalami peristiwa supranatural ketika berada di kamar penginapannya di Brunai.

"Mungkin orang tak percaya, saya diajak bicara oleh seekor cacing tanah. Dia melata di lantai dan menyapa saya, hingga menjelaska cara membuat pupuk terbaik," ungkap Wahyu tentang pertemuan gaibnya itu. 

Sejak pertemuan itu, Wahyu langsung mempraktikkan 'ilmu dari sang guru'. Proses pembuatan pupuk atas ilham dari cacing itu makan waktu dan biaya. 

"Uang puluhan miliar yang saya dapat dari hasil bekerja selama di Brunei habis untuk riset bikin pupuk," ungkap Wahyu yang juga menjadi kordinator artis di Brunai. 

Masa-masa itu bisa dibilang cukup pahit bagi Wahyu, yang kini memetik jerih-payah dari ketekunannya menciptakan berbagai jemis pupuk organik berbahan dasar kotoran cacing. 

Formula pupuk organik temuan Wahyu sudah diaplikasikan pada puluhan ribu hektar tanah sawah padi. 

"Sekitar 4000 sampai 5000 petani di Jawa Barat sudah memanfaatkan pupuk organik dan sistem tanam padi yang saya buat," terang Wahyu. 

Kualitas formula pupuk temuan Wahyu tersebut menjadikan butiran padi yang tumbuh jadi lebih gemuk, beraroma serta berdaya tahan lebih lama dari beras umum. 

Penemuan pupuk ala Wahyu ini sampai ke telinga para akademisi di sejumlah negara Asia. 

Beberapa universitas yang memiliki bidang bioteknologi pernah mengundangnya untuk memperkenalkan padi hasil pemupukkannya. 

"Saya bisa menunjukkan pupuk buatan saya tapi tak bisa menjelaskan unsur dan formulanya. Hanya saya yang tahu. Nah, kalau padi hasil pemupukkan pupuk saya dijamin kualitasnya," kata Wahyu yang sering diundang menjadi tutor dan konsultan pertanian. 

 

Mengajar mahasiswa ITB

Ketika mobil yang kami tumpangi tiba di perkebunan buah naga milik boss JK Records, Judhi Kristianto terlihat sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan penelitian. 

Pada kesempatan itulah, Wahyu langsung didaulat oleh para mahasiswa ITB untuk memberi kuliah soal pemupukan dan sistem tanam padi kreasinya. 

"Yah seperti inilah kerjaan saya sekarang. Seringnya bertemu petani dan mereka yang perlu informasi soal pupuk dan bagaimana sistem tanam yang baik," jelas Wahyu. 

Satu hal, sistem tanam dan pupuk temuan Wahyu OS mampu meningkatkan hasil panen. 

"Saya menjamin dengan pupuk dan sistem tanam yang saya buat, hasil panen padi bisa meningkat dari 4 kali setahun bisa 5 kali, dan bulir padinya juga lebih banyak," ungkap Wahyu tanpa bermaksud promosi.

Sayangnya pupuk dan sistem tanam hasil temuan Wahyu OS ini belum dilirik oleh pemerintah. 

"Saya tidak pernah minta bantuan kepada pemerintah sejak membuat riset sampai ada hasilnya sekarang," pungkas Wahyu.

Meski telah beralih profesi, Wahyu tetap bersinergi dengan boss JK Records, Judhi Kristianto tempatnya dulu bernaung. 

"Persisnya, sudah setahun ini pak Judhi mengambil beras untuk masakan hotelnya dari saya. Setiap bulan sampai 10 ton permintaan beras dari pak Judhi," ujar Wahyu yang juga melayani permintaan pasokan beras dari berbagai kalangan. (imam

Read 86 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru