Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ada yang berbeda dari ritual menonton film di Megaria, Metropole, Jakarta, pada Sabtu (2/12/2017) siang. Seluruh kursi di theatre 4 dipenuhi oleh mereka yang siap menonton film "Chrisye" karya terbaru sutradara Rizal Mantovani.

Sebelum film dimulai, dari depan layar, Damayanti istri almarhum penyanyi pop legendaris Chrisye menyapa penonton. 

Kemudian dia memanggil maju kedepan  para pemain film antaranya Vino G Bastian (Chrisye), Velope Vexia (Yanti), Ray Sahetapi (ayah Chrisye), dan Pasya (adik Chrisye).

"Terimakasih juga kepada bapak Ferry Mursyidan Baldan atas dukungannya," ujar Damayanti menyebut nama mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional itu. 

Kapasitas Ferry Mursyidan Baldan sendiri dalam acara nobar itu adalah sebagai penggemar fanatik Chrisye. 

Melalui Komunitas Kangen Chrisye (K2C) yang digagas dan didirikannya sejak Chrisye wafat tahun 2007, Ferry mengajak nonton bersama anggota komunitasnya yang tersebar di sejumlah kota. 

"Selain di Jakarta, acara nobar film Chrisye rencananya mau diadakan di Surabaya, Yogya dan Bandung. Penggemar Chrisye di kota-kota itu juga menunggu," kata Ferry yang memakai kaos lengan panjang hitam dengan logo K2C.

Dalam film berdurasi sekitar 2 jam itu digambarkan perjalanan karir Chrisye yang mengawali kiprah bermusik di tahun 1972 sebagai basis. 

Secara bertutur drama, film Chrisye mengisahkan panggung kehidupan seniman yang dikenal introvert itu. Sebagian kisahnya sudah akrab bagi pencari riwayat Chrisye di media massa dan terutama di wikipedia. 

Namun banyak hal tentang sosok Chrisye yang belum pernah diketahui masyarakat luas diungkapkan di film yang akan tayang untuk umum mulai 7 Desember 2017.

Diantara "rahasia" Chrisye adalah tentang kesederhanaan hidup dan kegalauannya sebelum menapak sukses, terutama ketika menjelang pernikahan dengan Damayanti, dan menanti lahir anak pertama dimana mereka belum punya rumah sendiri. 

Pada bagian lain digambarkan betapa Chrisye tidak suka mendengarkan suara sendiri. 

Bahkan Chrisye memilih meneruskan mengosek kamar mandi di rumah ketika TVRI menayangkan Kamera Ria menampilkan dirinya menyanyikan lagu Aku Cinta Dia yang hits di tahun 1985.

"Chris, bagus kok. Sini lihat, gak kayak badut kok kamu," kata Yanti yang melihat suaminya tampil glamour di televisi dan berkaos di kamar mandi. "Sini lihat dulu," pinta Yanti sambil ngemong anak pertama mereka. 

Ada beberapa scene yang menyulut emosi penonton untuk tertawa dan menangis. 

Akting Vino G Bastian dipuji oleh Ferry Mursyidan Baldan. "Setelah 15 menit pertama film, saya tak melihat Vino tapi Chrisye. Dia berhasil menghidupkan Chrisye," kata Ferry yang akrab dengan Chrisye beberapa tahun sebelum kepergian sang maestro. 

Sosok Guruh Soekarnoputra diperankan oleh aktor Dwisasono dengan serius dan mengundang tawa penonton. Begitu juga sosok Eddy Sud yang diperankan Tria The Changcuters dan Wijaya Senjaya alias Acui diperankan Verdy Solaiman. 

Film Chrisye dipadati sejumlah karakter tokoh musik antaranya Addie MS, Erwin Gutawa, Jay Subiakto, Sys NS dan team produser Musica Studio antaranya Senjaya Wijaya alias Aciu, dan Indrawati Wijaya alias Acin dan lain-lain. 

Yang tidak kalah menguras emosi adalah ketika Chrisye menyiapkan rekaman lagu "Ketika Kaki dan Tangan Berkata" yang liriknya ditulis oleh Taufik Ismail mengutip dari Surat Yassin di Alquran.  

Lagu yang musiknya dibuat oleh Chrisye itu menjadi persembahan pamungkas dalam karir kehidupan penyanyi yang baru disunat menjelang pernikahannya. 

Lucu, tragis, sekaligus menghibur dan membuat kangen. Begitulah Chrisye. 

Tidak sedikit penonton terlihat masih sembab matanya ketika keluar studio. Tapi mereka terlihat bersukacita dan saling ledek karena tak bisa menahan tangis di dalam tadi. (imam

Last modified on Sunday, 03 December 2017
Read 185 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru