Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Seperti sudah diprediksi, film "Satu Hari Nanti" akan menarik perhatian penonton. Baru sehari diputar pada Kamis, 7 Desember 2017 film katagori dewasa ini sudah mendapatkan tambahan layar.

"Kami dapat tambahan layar di Jakarta, Tangerang, Samarinda, Palembang, dan Balikpapan per hari ini," kata Dienan Silmy, produser PT Evergreen Pictures kepada tabloidkabarfilm.com, Jumat (8/12/2017).

Penambahan jumlah layar itu, menurut Silmy diberikan oleh jaringan bioskop Cineplex XXI dan Cinemaxx sebagai indikator tingginya animo penonton film SHN yang diperankan Adinia Wirasti, Ayushita, Ringgo Agus Rahman, dan Deva Mahenra.

"Sehari kemarin jumlah penonton SHN sudah diatas 10 ribu, semoga hari ini dan berikutnya akan terus bertambah," harap Silmy. 

Di berbagai kota, penonton dibuat penasaran dengan label klasifikasi usia 21 tahun ke atas atau dewasa film SHN yang di hari pertama mendapat lebih dari 140 layar. Jumlah itu bertambah hari ini. 

Satu Hari Nanti memang tontonan yang tepat untuk usia 21 tahun ke atas. Mereka sesuai target film ini,” lanjut Silmy yang tak bisa menutupi rasa gembiranya. 

Sejak film dibuat, pihak rumah produksi Rumah Film dan Evergreen Pictures sudah mengincar penonton dewasa usia 21 tahun. 

“Bahkan, saat kita daftar ke Lembaga Sensor Film, kita langsung minta untuk katagori 21+ karena secara konten film ini untuk usia sekitar itu, tidak bisa dikonsumsi untuk yang berusia dibawah 21 tahun,” jelas Silmy. 

“Narasinya tepat karena yang dibahas dalam kontennya memang demikian,” imbuhnya. 

Faktor klasifikasi usia ini justru membuat khalayak jadi penasaran. “Ya, ini kan bikin orang jadi kepo. Seperti apa yang dibilang film dengan klasifikasi usia 21 tahun dan ternyata tontonan yang tepat untuk usia itu," katanya. 

Silmy menambahkan pilihan rating usia ini memang berdasarkan hasil riset. “Menurut data analisa pasar saat ini para Brand Manager sedang menyasar market pada usia itu. Potensi pemasukan pasar pada segmen usia 21-35 sedang naik-naiknya. Mungkin karena mereka sudah bisa di tahap heavy cost,” tukasnya.

Hal senada diamini oleh Salman Aristo selaku sutradara dan penulis skenario. Pilihan kategori usia 21 tahun didukung riset dari IKJ di 16 kota besar pada 2016. 

Di sana terungkap bahwa penonton film Indonesia usia 25-38 berada di posisi kedua setelah 18-25. 

“Beda tipis 2% dengan range 18-25 tahun di nomor pertama. Jadi ini memiliki pasar yang sangat besar,” kata Salman. 

Alhasil, dia enggan setengah-setengah dalam menggarap konten film ini. Hal itu dia tunjukkan dalam skenarionya. Tak ada celah untuk bermain aman agar filmnya bisa dinikmati oleh penonton usia remaja.

“Kalau kita buat agar bisa disasar segmen remaja, filmnya jadi nanggung. Makanya kita garap pasar dewasa ini. Bicara betul-betul tentang mereka. Jangan terpancing untuk meleset,” tambahnya. 

Satu Hari Nanti berkisah tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun komitmen di Swiss. Entah itu komitmen tentang cinta, keluarga, maupun pekerjaan mereka. 

Wacana pertemanan dan romansa yang kelam ini tumbuh bersamaan dengan pencarian makna atas jati diri mereka di negeri rantau. (imam)

Last modified on Friday, 08 December 2017
Read 842 times
Rate this item
(2 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru