Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

2018 akan menjadi tahun sibuk bagi organisasi Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Organisasi pekerja seni peran tertua dan terbesar di Indonesia ini menyiapkan agenda setahun berupa "Acting Goes to School".

"Bekerjasama dengan beberapa Pemda di lima Propinsi, mulai tahun 2018 Parfi siap menjalankan program "Acting Goes to School" di daerah," kata Febryan Adhitya selaku Ketua Umum PB Persatuan Artis Film Indonesia (PB Parfi) kepada tabloidkabarfilm.com, Rabu (27/12/2017).

Dikatakan oleh Febryan yang juga Ketua Karyawan Film dan Televisi (KFT) itu, program pelatihan seni peran tersebut sudah dimulai sejak 2017.

"Kami hanya melanjutkan program yang sudah dimulai tahun ini," lanjut Febryan. 

Pelatihan seni peran di sekolah itu dimulai oleh Parfi di SMU Se-Pekalongan, Jawa Tengah dan SMU 12 di Tangerang. 

"Animo peserta sangat tinggi untuk mengikuti pelatihan acting. Waktu itu sekitar 3000 pelajar ikut hadir," kata Febryan. 

Acting Goes To Scool di Pekalongan di hadiri oleh Walikota Pekalongan, Wakil Walikota Pekalongan, Kadis Pendidikan Pekalongan, Kadis Kominfo Kota Pekalongan serta para pejabat instansi lainnya.

Termasuk diantaranya Kadis Pemuda Olah Raga dan Periwisata Kota Pekalongan, Kepala Kesbangpol Kota Pekalongan, Kepala Beppeda Kota Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Kapolresta Kota Pekalongan, Dandim Kota Pekalongan dan Beberapa Kepala SMU se Pekalongan.

Selanjutnya, menurut Febryan sesuai MoU Parfi, akan mengisi kegiatan "Acting go to School" di Jawa Tengah, Gorontalo, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. 

Program "Acting go to School" membina para pelaku-pelaku seni di sekolah, juga melatih para guru-guru seni tingkat SD, SMP dan SMU serta yang sederajat. 

Menurut Febryan. ketika mengawalnya memang berat, karena secara pribadi dia menjalin komunikasi dengan Pemda dan Pemkot.  

"Setelah saya sampaikan program secara detil, kemudian diteruskan oleh masing-masing bidang organisasi. Dalam hal ini adalah Bidang Pendidikan di Parfi, mereka yang follow-up," jelasnya. 

Selama setahun diketuai oleh Febryan, bisa dibilang Parfi mengalami perubahan cukup signifikan.

Mesin organisasi Parfi berjalan sesuai tupoksi, bahkan setiap bidang sudah mulai mampu membiayai sendiri kegiatan. 

"Berkat kerjakeras, loyalitas dan mau bekerja pemgurus Parfi sekarang bisa menghasilkan kegiatan tanpa harus biaya dari ketua umum," ujar Febryan. 

Diakui oleh Febryan, kemajuan Parfi saat ini diluar targetnya sebagai ketua umum. 

"Di awal menjadi ketua Parfi saya hanya berharap Parfi berubah dalam sistem manajemen organisasi. Ternyata ini sudah melampaui target itu. Saya sangat bersyukur," ungkapnya.

 

KFT siap jadi LSP

Seirama dengan dinamisnya organisasi Parfi, demikian halnya KFT. Menurut Febryan, tahun 2018 KFT siap dengan program pelatihan di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Papua. 

"Program KFT di tujuh propinsi adalah membina para komunitas film di sekolah dan umum, juga membina pelaksana di stasiun tivi lokal," kata Febryan. 

Saat ini KFT juga sedang menyelesaikan proses pengesahan sebagai LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) bernama Kreator Film dan Televisi. 

Menurut Febryan kemajuan KFT juga merupakan langkah baru, karena pengurus dari tingkat OB sampai Ketua Umum sudah punya penghasilan rutin, meskipun tidak terlalu besar. 

"Berkat kerjakeras semua pengurus KFT, saat ini organisasi sudah bisa membiayai uang transport mulai dari OB sampai ketua umum," jelas Febryan. (imam

Last modified on Saturday, 30 December 2017
Read 721 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru