Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kasus sengketa hak cipta film "Benyamin Biang Kerok" antara H Syamsul Fuad selaku penulis dan pencipta judul itu dengan PT Falcon Pictures memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018) pagi.

Sidang dihadiri H Syamsul Fuad selaku penggugat yang diwakili Bakhtiar Yusuf SH dan Hasraldi SH selaku kuasa hukum.

Sidang berlangsung cepat tanpa dihadiri pihak tergugat. Majelis hakim terdiri dari   Bambang Edhy S SH MH, Mahfudin SH MH, Dr Jamaludin Samosir, SH MH menskors sidang sampai 5 April mendatang. 

Gugatan disampaikan H Syamsul Fuad setelah pihaknya tidak mendapatkan respons positif dari produser film Benyamin Biang Kerok yang disutradarai Hanung Bramantyo itu. 

H Syamsul Fuad adalah penulis asli cerita dan judul film "Benyamin Biang Kerok" di tahun 1972. Dia juga menulis film Benyamin Biang Kerok Beruntung". 

Kedua judul film itu kemudian diproduksi ulang oleh Falcon Pictures, salahsatunya berjudul Benyamin Biang Kerok yang sudah tayang sejak 1 Maret 2018.

"Saya hanya minta hak atas cerita bikinan saya," kata Syamsul Fuad (83) kepada tabloidkabarfilm.com, usai persidangan. 

Sementara itu, pengacara Bakhtiar Yusuf SH mengungkapkan materi gugatan yang diajukan pihaknya antara lain royalti sebesar Rp1000/ tiket. 

"Gugatan material lainnya, kami sampaikan yaitu Rp1 Miliar per satu judul film," kata Bakhtiar,

Falcon sendiri dalam siaran pers yang pernah disiarkan sebelumnya, menyebut telah membeli hak cipta film "Benyamin Biang Kerok" dan "Benyamin Biang Kerok Beruntung" dari pihak keluarga almarhum Benyamin S.

Tentang hal tersebut, Bakhtiar Yusuf mengatakan tidak menjadi masalah. "Kami tidak persoalkan jual-beli film itu. Yang kami gugat adalah soal hak karya atas cerita itu yang masih melekat pada pak Syamsul Fuad," jelas Bakhtiar. 

Pengacara Hasrialdi SH, mengatakan pihaknya sudah mengirim dua surat somasi dan tidak mendapat tanggapan pihak Falcon. 

"Kami mengajukan gugatan setelah film Benyamin Biang Kerok diputar di bioskop dan artinya pihak tergugat sudah memanfaatkan karya penggugat secara komersial," kata Hasrialdi SH. 

Tujuan gugatan tersebut, menurut Hasrialdi SH karena pihaknya tidak ingin berpolemik di media.

"Gugatan ini untuk menguji kebenaran. Janganlah melarang orang membajak karya sementara hak karya orang diabaikan," katanya. (imam

Last modified on Friday, 23 March 2018
Read 807 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru