Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film Selembar Itu Berarti (SIB) produksi sineas kota Medan kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai film terbanyak penontonnya (300.000 kali ditonton di Youtube) sebelum tayang resmi di bioskop.

Sebelumnya, Dedy Arliansyah sang sutradara meraih sertifikat  MURI dengan kategori jabatan terbanyak dalam satu produksi film. Sutradara kelahiran kota Medan ini, merangkap 18 jabatan dalam memproduksi film 90 menit itu.

Film Selembar itu Berarti produksi Mora Heart Production akan tayang serentak di bioskop mulai 24 Mei 2018. Sejumlah aktor dan aktris Medan dilibatkan seperti Putri Dalilah Siagian, Raihan F Valendiaz Yessica T Simanjuntak, Ratu Rizka Apriani dan Cut Indah Rizky.

Film lokal ini juga melibatkan pemain senior Anwar Fuadi, Raslina Rasyidin dan Jay Wijayanto. Bergenre drama, film menceritakan potret buram pendidikan di Indonesia yang dialami masyarakat miskin.

Peluncuran perdana film Selembar Itu Berarti dan penyerahan sertifikat MURI kedua kalinya ini berlangsung di Merdeka Walk, Medan, Sabtu (19/5/2018) malam. Dalam acara ini, seluruh pemain dan kru film hadir.

Dedy Arliansyah mengatakan, film dikerjakan oleh 6 orang kru dengan proses selama dua pekan dan lokasi proses pembuatan film di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.

"Film terinspirasi berawal saya suka bertualang ke beberapa Kabupaten di Sumatera Utara. Ternyata pendidikan di Indonesia belum merata berbicara dana Bos. Di dalam film ini, sekolah gratis. Tapi, enggak bisa makan," ucap Dedy kepada di Medan.

Dedi menilai, filmnya sarat edukasi bagi pelajar di Indonesia. "Film ini dibuat untuk memberikan inspirasi kepada para pelajar agar bangkit dalam meraih cita-citanya," ucap Dedy.

Ia mengaku, cerita film ini tidak mengkritik pemerintah. Namun, hanya sebagai motivasi untuk memperbaiki lebih baik lagi pendidikan di Indonesia. Kemudian, film tersebut memotivasi anak bangsa untuk terus belajar untuk meraih cita-cita.

"Film ini mengajari anak-anak kita untuk mensyukuri apa yang kita punya saat ini. Saat dilakukan roadshow ke beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia dan setelah menonton film ada anak yang meminta maaf kepada orang tuanya, karena mereka masih bisa bersekolah dan untuk itu mereka berjanji lebih giat lagi," kata Dedy.

Ia juga berharap, filmnya akan membangkitkan kembali perfilman nasional dan memberi inspirasi dalam menggapai cita-cita. Dedy mengatakan, film ini bisa menghibur waktu saat Ramadan dan liburan sekolah.(imam

Last modified on Sunday, 20 May 2018
Read 260 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru