Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Organisasi Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) menyambut recana pengadaan bioskop di beberapa pasar milik PD Pasar Jaya (Pemda DKI Jakarta).

"Rencana membangun bioskop itu kan  program jaman Gubernur Ahok. Kalau terlaksana akan menambah jumlah layar film Indonesia," kata Ketua GPBSI, H Djonny Sjafruddin SH kepada tabloidkabarfilm.com di sela buka bersama GPBSI di restoran "Nyonya Suharti", Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2018) malam. 

Seperti diketahui, Pemda DKI melalui PD Pasar Jaya kembali menegaskan rencana membangun "bioskop rakyat" dengan harga karcis Rp15.000 di beberapa pasar di Jakarta setelah Lebaran 2018. 

Sedikitnya ada tiga lokasi pasar yang akan menghadirkan bioskop yaitu Pasar Kenari dan Pasar Baru Metro Atom (Jakarta Pusat) dan Pasar Teluk Gong (Jakarta Utara).

"Penambahan jumlah bioskop oleh Pemda DKI jelas menguntungkan film Indonesia dari kurangnya jumlah layar, sehingga akan bertambah juga kesempatan ditonton oleh masyarakat," kata Djonny Sjafruddin. 

Namun demikian, Djonny berharap Pemda DKI memahami secara teknis operasional bioskop, termasuk prosedur pengelolaanya agar rencana itu berjalan lancar. 

"Membangun bioskop hari ini tidak seperti jaman dulu yang relatif sederhana dalam hal sarana dan teknis peralatannya," lanjut Djonny yang sudah pengalaman puluhan tahun berbisnis bioskop independen.

Menurut dia, hampir 70 persen wilayah di Jakarta berpotensi jadi tempat hiburan. "Ditambah lagi, penduduk Jakarta yang 70% berusia muda, maka bisnis bioskop itu sangat terbuka," katanya. 

Dalam hal finansial, Djonny menyebutkan biaya untuk membuat bioskop independen (spesifikasi dibawah bioskop Cinema XXI) sekitar Rp1,5  Miliar/ layar.

"Jadi, kalau Pemda DKI mau bikin bioskop, harus siapkan teknologi standard bioskop. Kalau audionya kalah bagus sama suara di handphone anak muda, ya cilaka," katanya. 

Beberapa hal teknis yang perlu disiapkan untuk membangun bioskop adalah ruang parkir, lift, keamanan, tiket yang relevan dan pasokan film terbaru. 

"Saya tidak tahu, siapa yang mengelola bioskop PD Pasar Jaya karena sampai kini belum ada orang Pemda DKI atau PD Pasar Jaya yang berkordinasi dengan GPBSI," kata Djonny. 

Sementara itu, Jimmy Haryanto selaku Direktur Operasional Cinema XXI mengaku tak terpengaruh dengan rencana bioskop murah Pemda DKI. 

"Segmen penontonnya kan,  berbeda. Jadi tidak ada masalah dengan kehadiran bioskop milik Pemda DKI Jakarta nanti," kata Jimmy ditemui di tempat yang sama. 

Rencana Pemda DKI membangun bioskop murah mencuat di awal Juni 2018 ini. 

Rencana itu disampaikan Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasruddin di Pasar Pondok Indah, Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Arief, vioskop tersebut dibangun agar warga Jakarta dengan tingkat ke bawah bisa merasakan fasilitas bioskop rakyat.

"Konsepnya hampir sama dengan bioskop konvensional. Tapi dibuat bioskop rakyat supaya masyarakat menengah ke bawah bisa menjangkau. Kami nggak mengurangi kualitas visualnya. Kami buat semaksimal mungkin supaya masyarakat merasakan sesuatu yang baik ketika mereka menonton bioskop kalangan menengah ke atas," terang Arief.

Hal senada dikatakan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno yang memberi bocoran harga bioskop rakyat. Nantinya, di bioskop tersebut juga tersaji berbagai makanan dan minuman yang bisa terjangkau oleh warga menengah ke bawah.

"Ini bioskop rakyat. Kisaran harganya itu harus bisa terjangkau sama masyarakat, Rp 15 ribu tiketnya," kata Sandiaga. (imam

Last modified on Tuesday, 12 June 2018
Read 486 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru