Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Tembang Bohemian Rhapsody milik grup rock Queen menjejak dalam telinga dan hati pendengar sejagad. Karya cipta Freddie Mercury selaku vokalis grup itu sempat ditolak produser karena berdurasi 6 menit, keluar pakem industri.

Proses kreatif lagu untuk album A Night at the Opera (1975) tersebut terungkap dan menjadi salahsatu bagian yang menarik di film Bohemian Rhapsody. Lagu itu terdiri dari beberapa bagian tanpa chorus berlanggam ballad, opera, rock.

The Queen beraliran rock paling fenomenal di Inggris Raya beranggotakan Brian May, Roger Taylor, John Deacon dan Freddie Mercury itu tak hanya mengusung aliran rock, tapi menciptakan ciri khas. 

Sekilas kisah Queen, selebihnya tentang Freddie Mercury diangkat oleh sutradara Dexter Fletcher, menggantikan Bryan Singer, dan naskahnya ditulis oleh penulis berbeda berdasarkan cerita yang dikembangkan Peter Morgan. Penulis terakhir adalah Anthony McCarten. 

Film ini bertutur perjalanan hidup Freddie, anak imigran Persia keturunan India di Inggris, yang tertarik dengan dunia musik, ketimbang mengurus pekerjaannya sebagai porter di bandara. 

Setiap hari sepulang kerja, Farrokh Bulsara nama asli Freddie ke kafe untuk menyaksikan pertunjukkan musik. Salah satunya grup musik mahasiswa The Smile, yang kadang terlihat payah. Vokalisnya yang jenuh karena merasa tidak ada kemajuan. 

Kekosongan personel dimanfaatkan Freddie. Dia menawarkan diri sebagai vokalis. Freddie sempat ditolak karena giginya yang tonggos. Untuk meyakinkan personil Smile, ia memamerkan kemampuan vokalnya, dengan menyanyikan sepotong bait lagu grup musik yang tengah diincarnya. 

Freddie akhirnya diterima. Bukan saja memiliki kemampuan vokal yang hebat, dia juga merupakan pencipta lagu hebat. Bayangan tentang keanggunan dan pesona ratu mendorong para personil Smile mengganti nama grup menjadi Queen. 

Single pertama yang dihasilkan, “Queen" (1973) langsung membetot perhatian masyarakat. Perlahan namun pasti, Queen mulai dikenal. Pada 8 September 1974 Queen merilis albumnya yg Ke-3 yaitu Sheer Heart Attack. Saat itu Queen meraih kesuksesan untuk pertama kalinya dan terkenal di tingkat Internasional lewat singel “Killer Queen”. Dalam Iagu ini terdapat Iagu pertama ciptaan John Deacon, Misfire.

Pada 1975 Queen meminta bantuan pada John Reid (Manager Elton John) untuk mengatur ekonomi band yg kacau balau. Reid berhasil menata keuangan Queen. Tetapi dia diusir karena salah bicara. 

Mary adalah cinta pertama Freddie sekaligus wanita yang tidak pernah bisa dilupakannya. Hanya saja hubungan mereka rusak ketika Freddi mengaku menjadi biseksual. Mary, yang juga sangat mencintai Freddie akhirnya memutuskan pergi. Dia tidak ikut merasakan kesuksesan Freddie, karena akhirnya sang vokalis jenius itu tenggelam dalam kehidupan hurahura bersama pasangan gaynya. 

Aktor Amerika Mesir Rami Malek berhasil memerankan sosok Freddie dengan baik. Bukan saja secara anatomi memiliki kemiripan gigi yang agak tonggos Rami juga mampu menjiwai karakter Freddie yang jenius namun memiliki ego kesenimanan yang kuat. 

Perubahan karakter dan bentuk fisik Freddie Mercuri terasa kuat. Akan tetapi untuk karakter anggota Queen lainnya, nyaris tidak terlihat perubahan berarti. Mungkin karena sutradara fokus pada karakter Freddie Mercuri sebagai tokoh sentral. 

Perjalanan hidup Freddie, anak imigran Persia yang bernama Farokh Bulsara, digambarkan linier, dari seorang porter bandara yang tidak memiliki apa-apa sehingga sukses sebagai bintang dan memiliki segalanya. 

Bagi penggemar Queen, film ini juga memberi informasi latar belakang lahirnya lahirnya beberapa lagu Queen, termasuk yang paling fenomenal “Bohemian Rhapsody".

Lagu terlama yang diciptakan itu beberapa kali mengalami perubahan, karena Freddie selalu menambahkan bagian-bagian yang muncul dalam inspirasinya, termasuk kata-kata aneh yang sulit dipahami oleh orang lain. Lagu itu pula yang membuat hubungan Queen dengan produsernya. Lagu itu terlalu panjang dan diprediksi tidak akan diputar di radio-radio. 

Queen, khususnya Freedie Mercury membuktikan bahwa pendapat sang produser salah, dan mereka memiliki untuk berpisah ketimbang menerima usul sang produser untuk memilih lagu lain. 

Film ini tidak sekedar bicara musikalistas Queen, tetapi lebih menekankan kehidupan Freddie Mercury yang penuh drama. Di tengah dorongan seksualnya yang tertarik pada kaum sejenis, Freddie masih memiliki cinta suci yang tak bisa ditanggalkan begitu saja kepada Mary.

Momen-momen itu digambarkan dengan kuat, bagaimana Freddie berulangkali harus menahan gejolak cinta di hatinya, karena Mary harus memilih kehidupan yang normal. 

Selain itu, Freddie juga sempat dijauhkan oleh rekan-rekannya Brian May (Gwilym Lee), Roger Taylor (Ben Hardy) dan ]ohn Deacon (Joseph Mazzello), karena mereka tidak bisa Iagi memahami kehidupan yang dijalani oleh Freddie, sampai konser Live Aid di London mempersatukan mereka. 

Kesehatan Freddie terus menurun dan mulai sakit-sakitan akibat virus AIDS mulai menggerogotinya. Tetapi demi konser Live Aid, demi kemanusiaan, Freddie memaksakan tampil maksimal di panggung. 

Perjalanan hidup Freddie Mercury sangat menggugah dimana manusia terkadang tidak mampu menghindari jebakan-jebakan seksual yang menjerumuskan. Seperti orientasi seks Freddie pada hubungan sejenis. (*)

Last modified on Tuesday, 06 November 2018
Read 97 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru