Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendy membuka dan meresmikan Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2018 di auditorium Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

"Saya menyambut baik acara ini yang diamanatkan oleh presiden, dimana Dikbud diminta untuk mendorong partisipasi pelajar melalui karya kreatif film," kata Mendikbud Muhadjir sebelum memotong pita tanda resminya kegiatan GKFP 2018. 

Menurut Mendikbud, film adalah salahsatu unsur industri kreatif yang diharapkan menjadi bidang unggulan kompetitif di dunia. 

"Kita punya mimpi besar untuk mencapai kemajuan bidang film melalui persemaian perfilman in yang nantinya ikut berbicara di perfilman nasional," jelas Muhadjir di depan puluhan peserta dari komunitas pelajar peserta dan pengurus organisasi perfilman Pafindo, Sinematek, KFT, dan LSF. yang tergabung di Badan Perfilman Indonesia (BPI).

Dikatakan oleh Mendikbud, perfilman Indonesia sudah mulai mengisi pasar Asean, Timur Tengah, dan Eropa. 

"Dominan film kita menawarkan keeksotisan alam dan budaya yang menjadi modal sekaligus dimiliki Indonesia," ujarnya. 

Alam Indonesia merupakan sumber kreatifitas yang luas untuk berkarya di film. "Hal ini sudah dibuktikan melalui karya peserta GKFT," ungkapnya. 

Muhadjir berharap, GKFP akan berlanjut setiap tahun. "Kegiatan ini sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter pelajar Indonesia melalui film," ungkapnya. 

GKFP berlangsung mulai 22-24 November 2018 bertempat di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikbud merupakan kerjasama Kemdikbud dengan Kemenko Kemaritiman. GKFP tahun kedua ini mengambil tema “Penguatan Pendidikan Karakter melalui Film”. 

Muhadjir Effendy mengatakan, tujuan GKFP untuk menumbuhkan generasi muda perfilman dan meningkatkan jumlah film pendek, dokumenter, dan fiksi berkualitas. 

"Kita tidak mungkin membuat film tanpa kerjasama, dan bagaimana mengelola konflik untuk mencapai hasilnya. Di sinilah perlu latihan mengelola konflik di dalam tim," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Muhadjir juga menyoroti sejumlah organisasi film yang bubar karena tidak mampu mengelola konflik. 

"Orang besar egonya besar, tapi dia harus bisa mengelola konflik.  

Kita tahu kelompok perfilman yang bubar karena tidak mengelola konflik," ungkap Mendikbud. 

 

Malam Puncak

Tahapan kegiatan GKFP dimulai dengan pengumuman lomba (Juli 2018 dan ditutup 30 September 2018).

Karya film yang diterima panitia terdiri dari Fiksi (242 judul), Dokumenter (72 judul). Setelah melalui seleksi, terpilih 117 Film Fiksi, dan 42 Film Dokumenter yang kemudian diseleksi menjadi 20 (Fiksi) dan 20 Dokumenter.

"Tahapan akhir seleksi oleh Dewan Juri, terpilih akan memilih 6 Film Fiksi dan 6 Film Dokumenter yang akan diumumkan pada 24 November 2018," kata M Sanggupri, Kabid Apresiasi dan Tenaga Perfilman, Pusbangfilm, Kemdikbud. (imam)

Last modified on Thursday, 22 November 2018
Read 297 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru