Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sejumlah artis dan pekerja seni film yang tergabung di Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) membuat gaduh Gedung Ki Hajar Dewantara di Kompleks Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kamis (22/11/2018) sore.

Bukan kali ini saja organisasi film termuda yang tercatat di Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan dikomandani HRM Bagiono SH MBA selaku Ketua Umum membuat keramaian di tempat itu. 

Belum lama, mereka mendirikan 'panggung musik' di depan pintu masuk Gedung Utama Kemdikbud. Aksi berlangsung Minggu (21/10/2018) dalam rangka menggalang dana bantuan untuk korban gempa-tsunami di Palu, Sulawesi. 

Sebelumnya, pada Minggu 2 Mei 2017, 'genk' yang sama merayakan Hari Pendidikan Nasional dengan aksi massal Senam Zumba di halaman parkir Kemdikbud. 

Aksi terbaru mereka adalah hadir di booth (stan) ajang Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2018, yang sore kemarin diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy. 

Usai menekan tombol sirine tanda dibukanya GKFP 2018, Menteri Muhadjir pun menyambangi booth peserta kegiatan GKFP yang berlangsung mulai 22-24 November. Booth milik Pafindo berderetan dengan Lembaga Sensor Film, Sinematek Indonesia, Univ Muhammadiyah, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Dit PSMK.

Menteri Muhadjir sempat berbincang dengan pengurus Pafindo yang jaga booth. setelah itu, suasana langsung 'rusuh' karena pak Menteri disergap dan langsung diajak foto bersama anggota dan pengurus Pafindo lainnya. 

Kehadiran Pafindo di ajang kreatif para pelajar itu selain mendapatkan booth pameran, juga sebuah baliho poster film yang segera diproduksi, Ratu Kuntilanak. Sebelumnya, Pafindo telah memproduksi film Get Lost (2017).

"Komponen organ Pafindo bukan hanya artis film dan sinetron, tapi ada penyanyi, pelawak, sutradara, penulis, dan profesi di perfilman lainnya. Kehadiran Pafindo untuk memperkenalkan diri sebagai organisasi film termuda," kata Bagiono saat rehat di ruang VIP.

Selain itu, Pafindo berusaha memotivasi peserta GKFP yang terdiri dari kalangan remaja. "Kami ingin memotivasi peserta, bahwa mereka pun bisa menjadi anggota Pafindo," jelas Bagiono. 

Menurutnya, Pafindo harus mempublikasikan diri agar lebih dikenali. Bahkan, Menteri Muhadjir pun sempat bertanya ihwal Pafindo. "Pak menteri tadi juga bertanya apa itu Pafindo. Itu artinya kita harus sering buat kegiatan dan mempublikasikan. Tapi, kalau soal BPI beliau kenal saya," ungkap Bagiono, yang menjabat Ketua Bidang Advokasi di Badan Perfilman Indonesia.

Di dalam booth pameran, selain memberi workshop Pafindo juga mempresentasikan film-film pendek karya mereka.

"Kita sudah bikin delapan film pendek, yang dibuat seluruhnya oleh tim anggota Pafindo sendiri. Jadi, mulai dari artis, penulis, sutradara, operator kamera, dan semuanya anggota Pafindo," kata Bagiono.

Jadi, kalau hasil film itu tidak bagus, kata Bagiono, mohon dimaklumi. "Karena dananya independen, harap maklum kalau keliatan belum profesional. Tapi, kami akan terus memperbaiki diri," jelasnya. 

Ke depan, pihaknya menyiapkan DPD di 10 kota. Nantinya siapa saja yang memiliki keahlian dan profesi di bidang perfilman bisa menjadi anggota. "Tapi saat ini kami masih fokua membenahi rumah utama Pafindo sebagai kantor pusat," jelasnya. 

Anggota Pafindo saat ini diantaranya dari kalangan artis seperti Rensy Milano, Elma Theana, Aming, Gerry Iskak, Ria Irawan, Roby Bo, Rony Dozer, dan lain-lain. (imam)

Last modified on Friday, 23 November 2018
Read 255 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru