Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Usai menggarap pentas kolosal Colors of Indonesia yang melibatkan 1.586 seniman pada pembukaan konferensi internasional IMF-WB di Bali 12 Oktober 2018, seniman Mia Johannes (Mhyajo) akan menampilkan karya terbaru Bunga untuk Mira di Taman Ismail Marzuki (TIM) tanggal 22-23 Desember mendatang.

Pentas tari dan pop musik Bunga untuk Mira mengusung tema "jazz fantasy" didukung 43 pekerja seni. 

"Bunga untuk Mira disiapkan sejak Januari lalu yang menjadi mimpi dan komitmen saya," kata Mhya kepada wartawan di Restoran Palalada, Alun-alun Westmall, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Mhya selaku sutradara dan penulis melibatkan para artis film dan musisi. Secara khusus untuk urusan tata gerak dia dibantu penari Ufa Sofura, yang belum lama ini pentas di Broadway, New York. 

Untuk musiknya dia gandeng musisi Mondo Gascaro, yang nanti akan bekerjasama dengan Indra Prakarsa membesut orkestrasi. Mondo juga menyiapkan beberapa komposisinya di pentas ini. 

Bunga untuk Mira merupakan karya kedua Mhya di tahun 2018 yang ditulis sepulangnya dari New York, USA pertengahan 2017. 

Mhya menyiapkan musikal yang diharapkannya tidak seperti pertunjukkan musikal yang dikenal publik selama ini. 

"Musikal ini terinspirasi oleh cerita legenda Nusantara, Bawang Merah dan Bawang Putih. Hanya saja saya tulis dengan modifikasi secara bebas," ungkap Mhya. 

Musik yang dikemas secara pop dengan genre jazz fantasy dimana akan dipadukan unsur teaterikal dengan plot twist.

"Akan ada kejutan di akhir babak pentas musikal ini yang sangat berbeda," lanjut Mhya untuk pentas yang nantinya dibuat dua babak terdiri dari 17 adegan tersebut. 

Gagasan pentas musik tari dan teater dalam satu panggung ini, pada awalnya tidak diniatkan untuk pertunjukan musikal, tapi merupakan format baru bagi pertunjukan seni. 

"Tapi ada peluang dan masukan dari banyak pihak termasuk dari Eksekutif Produser, saya pun setuju mengubahnya menjadi naskah musikal," jelasnya. 

 

Libatkan pemain film

Bunga untuk Mira kemungkinan akan diformat dalam original version atau diadaptasi dalam bentuk seni instalasi, monolog, reading, komik, pagelaran ilustrasi musik, dan lainnya. 

"Kalau untuk dijadikan film, pun sangat memungkinkan karena para pemain pementasan ini adalah mereka yang cukup ekspert di dunia akting," kata Mhya.

Para pelakon tersebut antaranya Daniel Adnan (main di film Buffallo Boys dan yang terbaru Gundala Putra Petir arahan sutradara Joko Anwar), Dea Panendra (film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Laskar Pelangi, dan lainnya), Johan Yanuar (host sportcaster di MNC Sport), Maya Hasan (harpis dan main di film Koper karya Richard Oh).

Ada pula Shae, bintang cantik yang sukses dengan single Sayang dan ikut main dalam film, Basahhh (2008) dan 3600 Detik (2014). 

Mhya juga turun tangan sebagai direktur artistik didukung Risdo Sinaga, sebagai direktur tehnis. Ada pula, pencata cahaya berpengalaman internasional, Iwan Hutapea, bekerjasama dengan penata visual, Alexander Triyono.

Beberapa kostum diproduksi oleh Kleting Titis Wiganti (pembawa brand KLE) dan juga aksesoris yang dikenakan beberapa pemain adalah hasil karya Andi Yulianti (House of Jealouxy) dipastikan akan memperkuat karakter dari musikal Bunga Untuk Mira. Seluruh rangkaian pentas dibawah kordinasi 7EVENOTES. (imam

Last modified on Thursday, 29 November 2018
Read 245 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru