Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Akhir pekan mau kemana? Kalau belum ada rencana, ajak keluarga atau teman menonton pentas musikal Bunga untuk Mira di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Sabtu dan Minggu (22-23 Desember 2018) malam.

Pentas ala Opera Broadway garapan sutradara Mia Johannes (Mhyajo) ini menghibur dan menambah pengalaman menikmati seni tari, musik, teater, akting, tata panggung,cahaya dan rancang busana sekaligus. 

Kisah yang diangkat terinspirasi legenda Bawang Putih dan Bawang Merah dalam imajinasi fiksi dikemas lebih kekinian. 

Awalnya naskah pementasan ini bukan untuk pertunjukan Musikal, tapi untuk format baru bagi penunjukan seni.

Namun melihat peluang dan masukan termasuk dari Eksekutif Produser, Mhya merubah naskah ini menjadi naskah musikal. 

"Kami merancang karya ini dalam ‘original version’ atau diadaptasi dalam bentuk seni yang Iain, seperti instalasi, monolog, reading, komik, pagelaran ilustrasi musik, dan bentuk-bentuk lainnya, termasuk film," kata Mhyajo pada sesi latihan terakhir, Jumat (21/12/2018) malam di Teater Jakarta. 

Selama 1,5 jam pertunjukkan musikal ini sarat nuasana pop, dengan tema Iebih dekat pada jazz-fantasy.

Penggarapan hiburan langka di Indonesia ini sangat serius di setiap lini produksi. Dekorasi panggung dan penataan cahaya, misalnya digarap detil sesuai alur cerita dan adegan. 

Khusus efek cahaya digarap seorang lightingdesigner berkelas internasional, lwan Hutapea. Dia dibantu Alexander Triyono, sebagai penata visual.  

Untuk sisi musik, ada keterlibatan lndra Perkasa di sisi orkestrasi disajikan secara live. Konsep ini pernah diusung Garin Nugroho di film "Setan Jawa" dengan iringan live music arahan Rahayu Supanggah tahun 2016.

Bunga untuk Mira tak hanya memanjakan mata dan hati tapi juga pendengaran, dimana ada Nabil Husein, salah satu sound engineer Indonesia terbaik saat ini. 

Sedangkan untuk keperluan kostum, didukung oleh Kleting Titis Wiganti (pembawa brand KLE) dan aksesoris yang dikenakan beberapa pemain adalah hasil karya Andi Yulianti (House of Jealouxy), memperkuat karakter para pemeran.

Bunga untuk Mira, didukung pemeran Shae (penyanyi dan aktris, populer lewat single-nya, Sayang, yang dirilis di Malaysia beberapa tahun laiu), Dea Panendra (peraih piala Citra 2018 kategori Pemeran Pembantu Terbaik, lewat film Marlina Sang Pembunuh dalam Empat Babak. 

Selain itu juga mendukung musikal lain seperti Laskar Pelangi dan Timun Mas), Daniel Adnan (ikut berperan dalam film Buffalo Boys, dan juga dalam film yang baru akan dirilis tahun 2019 nanti, Gundala Putra Petir). 

Ada juga Johan Yanuar (salah satu pemenang kompetisi L-Men of the Year 2010, kemudian kontes Manhunt international di Korea Selatan. Ia juga bassis dan kini menjadi host program olahraga televisi di sebuah stasiun televisi swasta), Maya Hasan (harpist) yang berlakon sebagai ibu suri berkarakter antagonis. 

Nama-nama lain adalah Wandy Adrianus, Ayu Gurnita, Diani Wardani, Astrid Soelaeman, Euridite Gumulya, Eva Prima, Geri Krisdianto, Josh Putra Pattiwael, Mario Avner Francis, Prita Putri Aunalal, Rangga Kusumaputra, Novita, Trigoras lriyanto, Wahyu Setiawan. 

7evenNotes sebagai promotor penyelenggara didukung oleh SET Production, Etcetera Lighting, Sumber Ria, Kleting KLE, Laxmi Tailor, House 0 Jealouxy, 5 House Production, Ben Q, Cosmopolitan FM, Bravaradio FM, Prambors FM, Delta FM, Bahana FM, D Majors, RuRu (Ruang Rupa), Kita Kru, Peqho, SSA, Palalada, WE.EAT, BRWS Coffee, Sekolah Kami dan Hantu Komunitas. (imam)

Last modified on Saturday, 22 December 2018
Read 231 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru