Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Setiap anak termasuk penyandang disabilitas memiliki hak partisipasi di berbagai kegiatan. Terkait hal itu, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA) menggelar Suara Anak Penyandang Disabilitas dengan tema "Dengarkan Curhatan Kami".

"Anak penyandang disabilitas memi|iki hak untuk menyampaikan pendapatnya tentang apa yang dirasakan dan harapan-harapannya sebagaimana diamanatkan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Deputi Perlindungan Anak KPPA Nahar SH MSi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Amanat UU itu kata Nahar, antaranya Negara, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah menjamin Anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai usia dan tingkat kecerdasan anak. 

Hak anak penyandang disabilitas juga dijamin dalam Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas serta Undang-undang Republik Indonesia No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. 

Mengingat pentingnya negara mendengar pendapat anak penyandang disabilitas, maka perlu dilakukan usaha atau kegiatan yang dapat menampung suara mereka. 

"Suara Anak Penyandang Disabilitas diharapkan bisa menjadi media penyampaian pendapat anak," kata Nahar.

Kegiatan ini diselenggarakan KPPA bekerjasama dengan Musik Hana Midori. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan meningkat dan Iebih memahami bahwa anak penyandang disabilitas memi|iki hak dan kesempatan yang sama dalam mengembangkan kemampuannya agar mereka bisa hidup bermartabat seperti anak-anak non disabilitas. 

Yen Sinaringati selaku Direktur Musik Hana Midori, mengatakan kegiatan dituangkan dalam tulisan dengan peserta anak-anak penyandang disabilitas. 

"Peserta anak-anak penyandang disabilitas, yang terbagi dalam 5 kategori, yaitu : Disabilitas Fisik, Disabilitas Intelektual, Disabilitas Mental, Disabilitas Sensorik dan Disabilitas Ganda/Multi, dengan usia peserta sebe|um 18 tahun. Dan khusus untuk anak penyandang disabilitas intelektual boleh sampai dibawah usia 25 tahun," kata Yen Sinaringati didampingi Rina Prasarani (juri), dan Indrawati (Kabid Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial).

Penulisan Suara Anak Disabilitas dengan subtema : Pendidikan/Pelatihan. Olahraga, Seni. Pariwisata. Transportasi, Kesehatan dan Ruang bermain. 

"Peserta bebas memilih subtema dan menceritakan apa yang mereka alami dan harapan apa yang mereka inginkan di masyarakat. Karya tulis ini maksimum sepanjang 750 kata," jelas Yen. 

Pengumpulan materi naskah mulai 8 April 2019 sampai 8 Juni 2019 melalui emaiI suaraanakdisabilitasamail.com.

Kegiatan ini tidak dipungut biaya dan akan mendapatkan trophi dan hadiah dari ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (imam)

Last modified on Thursday, 11 April 2019
Read 606 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru