Print this page
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

HUT Ke-44 Sena Wangi ditandai pentas wayang semalam suntuk oleh dalang Ki Manteb Sudarsono di Gedung Pewayangan, Teater Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kepada wartawan, Jumat (16/8/2019) malam.

"Pentas wayang Ki Manteb ini sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT Ke-74 organisasi pewayangan Sena Wangi," kata Drs Suparmin Sunjoyo, Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) sebelum Ki Manteb naik panggung. 

Menurut Suparmin, Sena Wangi merupakan organisasi mitra pemerintah dalam hal kebudayaan, yaitu melestarikan kesenian wayang yang terus berinteraksi dengan dunia modern.

Adanya persinggungan antara wayang dan modernisme itu, kehadiran komunitas dan berbagai kantong budaya menjadi penting sebagai katalisator kebudayaan; penguat ketahanan dan identitas kebangsaan.

“Negeri kita dikenal sebagai bangsa yang kaya budaya dengan corak multikultur-nya sudah menjadi brand mengagumkan. Pada titik inilah komunitas budaya sebagai pemangku kebudayan bisa mengambil peran,” ujar Suparmin Sunjoyo.

Sena Wangi didirikan 12 Agustus 1975 dan momentum ulang tahun ini menurut Suparmin, dapat menjadi ingatan bagi para penggiat budaya untuk terus menampilkan entitasnya yang mampu menumbuhkan kepekaan nurani.

Lembaga konservasi, preservasi, dan inovasi seni pewayangan ini, kata Suparmin, telah melakukan berbagai langkah diantaranya pembuayan buku Ensiklopedi Wayang, Festival Dalang Anak, dan Festival Dalang Remaja.

“Oleh karena itu, karya kesenian setidaknya dapat menjadi mata rantai ikon peradaban bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat. Dalam skala mikro para pelaku seni dan budaya agaknya perlu sigap menangkap berbagai momen globalisasi,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, Ketua Bidang Humas dan Kemitraan Sena Wangi, Eny Sulistyowati telah mengupayakan pendekatkan seni Wayang kepada generasi muda dengan cara yang lebih progresif.

"Termasuk ikut mencegah korupsi dan menanggulangi korban narkoba melalui berbagai proses kreatif seni Wayang, yang melibatkan anak-anak muda," ujar Eny.

Selama lima tahun berjalan, menurut Eny, Sena Wangi telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), melakukan sosialisasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Sesuai tuntutan zaman, kesenian Wayang harus dikembangkan secara inklusif. Lebih terbuka terhadap nilai-nilai baru yang lebih mudah diterima masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis yang dibawanya," ujar Eny.

Hal lain yang diajarkan dalam filosofi wayang adalah masalah pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba misalnya, pesannya dapat disisipkan saat pertunjukan Wayang,” jelas Eny. 

Ditambahkan oleh Eny, Sena Wangi terus berupaya mengenalkan kesenian Wayang di kalangan anak muda baik dari segi konten maupun konteksnya. “Budaya adiluhung ini dapat dikenal, diturunkan, dan diwariskan ke masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Pencapaian Sena Wangi lainnya adalah mendapat pengakuan Negara dan penetapan tanggal 7 November sebagai ‘Hari Wayang Nasional’ yang telah ditanda tangani Presiden Republik Indonesia, H Ir Joko Widodo.

Pengakuan ini merupakan perjuangan panjang sejak proses pengusulan (tahun 2001-2003), hingga penerimaan penghargaan UNESCO, Wayang Indonesia sebagai a asterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity di Paris tanggal 7 November 2013. Maka tanggal itulah yang kemudian kami usulkan sebagai Hari Wayang Nasional,” terang Eny.

Perayaan HUT Ke-44 Sena Wangi menjadi momentum untuk kembali meresume apa yang sudah dan belum dilakukan, antara lain, penetapan renstra (rencana strategis), jangka panjang pengembangan pewayangan Indonesia, tahun 2010 hingga tahun 2030.

Sena Wangi telah ikut mendorong terbentuknya sejumlah organisasi pewayangan, antara lain; PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), APA (ASEAN Puppetry Association)_ Indonesia, UNIMA (Union Internationale de la Marionnette) Indonesia, dan PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia).

"Secara aktif kami mengikuti Festival Wayang Internasional, serta menerbitkan berbagai buku dan ensiklopedi Wayang Indonesia. Secara berkala SENAWANGI juga menyelenggarakan pergelaran; Teater Wayang Indonesia (TWI), dan Festival Wayang Indonesia (FWI) setiap tahun,” papar Eny.

 

Wayang Semalam Suntuk 

Pergelaran Wayang semalam suntuk dengan cerita, yang esensi maknanya sangat relevan dengan budidaya pangan dan kesuburan tanah Nusantara. Pentingnya perbaikan dan peningkatan perekonomian nasional melalui pangan.

Yatto selaku Ketua Pelaksana Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 Sena Wangi mengatakan, pergelaran wayang kulit bekerjasama dengan PEPADI, Gedung Pewayangan, dan Yayasan Putro Pendowo. "HUT kali ini lebih spesial karena ditayangkan dan ditonton langsung oleh warga dunia di 26 Negara," kata Yatto.

Menurut Ki Manteb Sudarsono, wayang tetap disukai anak muda, terbukti banyak penonton yang datang. "Anak-anak muda ini ikut nonton, mereka sebagian para Penggemar Sejati Manteb Sudarsono (PSMS) yang berdatangan dari seluruh Indonesia,” ujar Ki Manteb Sudarsono. (imam

Last modified on Saturday, 17 August 2019
Read 196 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru