Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Media sosial berbasis film, Youtube belum tersentuh oleh Lembaga Sensor Film (LSF) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akibat pesatnya animo pengguna Youtube di Indonesia. Adalah komunitas Karya Bintang Bersama (KKB) yang berusaha menjembatani kedua lembaga tadi dengan netizen milenial melalui kegiatan “Koffie SLB Film Youtube Festival (KFYF) 2019.”

Grafik pengguna Youtube di Indonesia berdasarkan survei “We Are Social” hingga bulan Maret 2019 adalah 88% dari 150 juta netizen. Berada dibawahnya adalah Facebook, Instagram, dan seterusnya. Rata-rata pengguna Youtube Indonesia berusia 18-34 tahun sebanyak 66%. Banyak Youtuber berhasil dalam meraup bisnis melalui media sosial ini, namun lebih banyak yang masih dalam tahap berusaha.

CEO Youtube Susan Wojcicki mencatat di pertangahan 2018 terdapat 1,8 miliar pengguna terdaftar yang menonton setiap bulannya. Hal tersebut menjadikan Youtube sebagai media sosial yang digandrungi masyarakat untuk sarana menonton video tutorial make up, komedi hingga film.

Salah seorang Youtuber Irwansyah adalah pemilik dan pendiri komunitas Karya Bintang Bersama. Berangkat dari aktivitasnya di dunia film dan televisi, dia kini beralih ke media sosial untuk mendapatkan penghasilan baru.

“Kanal Youtube Karya Bintang Bersama akan menjadi brand produk, karena kami sudah membuat lebih dari 100 kanal yang menghasilkan secara komersil. Jadi, kami merubah mindset sebagai media idealis menjadi komersil,” ungkap Irwansyah ketika memperkenalkan program “Koffie SLB Film Youtube Festival 2019” di Kalibata City, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Irwansyah mengaku sudah menerima penghasilan dari produksi kontennya. “Tahun lalu saya menerima Rp 11 Juta dari Youtube. Dan, kalau dihitung rata-rata mendapat pemasukan dibawah Rp100 Juta untuk seluruh kanal yang saya buat,” kata Irwan yang ikut membimbing sejumlah artis dan politisi untuk membuat media sosial Youtube.

Meskipun mengejar sisi bisnis dari konten yang dibuatnya, Irwansyah masih memiliki idealisme untuk berbagi pengalaman di bidang produksi film kepada para netizen dan terutama Youtuber.

Melalui ajang festival yang digelarnya, Irwansyah berharap ikut menyemai bibit-bibit film maker. Dia juga ingin memberi stimulus berupa peralatan syuting serta uang sebagai biaya produksi film.

“Panitia Koffie SLB Film Youtube Festival menyiapkan hadiah untuk pemenang berupa kamera untuk produksi film pendek di Youtube. Saya juga akan memberi konseling pembuatan script, menyutradarai, dan produksi film pendek untuk Youtube,” ungkap Irwansyah.     

KFYF 2019 hadir untuk pertamakali sebagai festival film yang mengandalkan juri dari kalangan netizen. Artinya film-film yang menjadi pemenang dinilai secara kuntitatif oleh para pengguna Youtube. “Pemenangnya nanti adalah film yang viewer-nya paling banyak,” kata Irwansyah.

Dia berharap KFYF 2019 mampu memancing minat dan bakat serta potensi anak bangsa di bidang perfilman. "Ini akan menjadi ajang uji kemampuan para pecinta film dan Youtuber, bagaimana bikin film sesuai selera penonton Youtube,” kata lrwansyah.

Dalam sebuah kanal, CEO Youtube Susan Wojcicki mengatakan pada pertangahan 2018 ada 1,8 miliar pengguna terdaftar yang menonton setiap bulannya.

Hal tersebut menjadikan Youtube sebagai media sosial yang digandrungi masyarakat untuk sarana hiburan mereka, seperti menonton video tutorial make up, komedia hingga berbagai macam film. 

Berangkat dari sinyalemen itulah KFYF 2019 memberikan sebuah harapan bagi terbukanya kebuntuan sistem sensor film, yang selama ini sulit dilakukan oleh Lembaga Sensor Film maupun Kominfo.

KFYF 2019 menurut Irwansyah digagas untuk mengembangkan minat dan bakat serta potensi anak bangsa di bidang perfilman. Dalam hal ini, film sebagai produk budaya dan seni, juga film sebagai produk komersial.

"Ini akan menjadi ajang uji kemampuan para pecinta film dan Youtuber membuat film sesuai selera penonton Youtube,” jelas lrwansyah.

Saat memberikan keterangan pers seputar KFYF 2019, Irwansyah didampingi pegiat perfilman Syamsul B Adnan dan Rahman Chilli, serta Samsu produser Koffie Sehat Lahir Batin (SLB), dan Den JC (Youtuber).  

Samsu dari Koffie Sehat Lahir Batin (SLB) mendukung penuh kegiatan festival yang diselenggarakan Karya Bintang Bersama. “Kreatifitas di bidang film di Youtube semakin semarak dan bervariasi. Untuk kemajuan seni film di kalangan anak muda kami dukung sejalan dengan bisnis kami yang penjualannya melalui online, dan sesuai target pasar kami," kata Samsu. 

Sementara Syamsul B Adnan selaku Ketua Panitia Pelaksana KFYF 2019 mengatakan sistem penjurian dalam kali ini tidak berdasarkan penilaian kualitatif. Artinya, penilaian dilakukan langsung oleh Youtuber untuk memilih. Dan berdasarkan yang terbanyak viewer-nya adalah yang menjadi juara. 

“Namun, sebelum film ditayangkan di Youtube, kami membawa ke Lembaga Sensor Film untuk disensor. Setiap film peserta akan menerima tanda lulus sensor, dan itu gratis tanpa biaya. Kami ingin sistem sensor film LSF dikenal oleh Youtuber,” kata Syamsul B Adnan seraya menyebut bahwa kegiatan KFYF 2019 didukung oleh LSF, Kominfo, dan Pusbangfilm Kemendikbud.

Mekanisme dan syarat pendaftaran peserta KFYF 2019, antaranya tema dan genre bebas, cerita harus original dan belum pernah ditayangkan di Youtube, tidak mempertontonkan atau mengeksploitasi adegan, porno, sadisme dan sara. “Alat syuting bisa menggunakan kamera atau ponsel, yang penting gambar terang dan suara jernih," jelas Syamsul B Adnan. 

 

Syarat Peserta KFYF 2019

Peserta terbuka dari bebagai kalangan, tidak dibatasi usia dan boleh perorangan atau kelompok. Peseta mengisi formulir pendaftaran dengan membeli satu box Koffie SLB, lalu mendaftarkan ke email Karya Bintang Bersama. Peserta festival diwajibkan menyerahkan materi berupa sinopsis, nama pemin dan crew dan mengirimkan materi film dengan durasi tayangan sekitar 10-15 menit. 

Pendaftaran (8 September - 8 Oktober), Penyerahan materi (8 Oktober - 2 November), Sensor oleh LSF (5 Oktober - 5 November), Tayang serentak di YouTube (10 November - 10 Desember). Pengumuman nominasi 14 Desember dan pengumuman pemenang 22 Desembet 2019. Juara ditentukan berdasarkan 'viewer' terbanyak (Juara 1, 2 dan 3). Sementara Film Favorit berupa trailer film dengan like terbanvak di channel masing-masing peserta.

Panitia menyediakan hadiah mulai dari thropy, piagam, kamera, boom mic, laptop, dan uang tunai beragam mulai Rp 5 Juta (Juara I),  Rp 4 Juta (Juara II), dan Rp 3 Juta (Juara III). Sedangkan hadiah Juara Favorit sebesar Rp 5 Juta. (imam)

 

Last modified on Saturday, 14 September 2019
Read 113 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru