Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Sultan Sepuh Ke XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat akan menjalin komunikasi dengan sejumlah keraton di luar negeri.

“Silaturahmi dengan kerajaan-kerajaan dan keraton di luar nusantara akan kami lakukan, termasuk melalui Kedubes dan atau pemerintah yang menaungi keberadaaannya seperti Inggris, Belanda, dan sebagainya,” kata Arief Natadiningrat, Sabtu (12/10/2019) malam di Istora Senayan, Jakarta.

Hal tersebut merupakan bagian dari strategi dan rangkaian program kerja FSKN, sebagai wadah silaturahmi raja-raja dan sultan se nusantara. “Kerajaan dan keraton di luar Indonesia tentu memiliki atau menyimpan juga artefak-artefak dari negara kita,” kata Arief.

Arief Natadiningrat malam itu bersama pengurus FSKN lainnya, antaranya Dewan Pakar Budaya FSKN Prof Hj Anna Mariana yang juga pelopor Tenun Songket Nusatara menghadiri penutupan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 7-13 Oktober.

Terkait perhatian pemerintah terhadap kebudayaan, Arief mengatakan hal itu  terlihat dari serangkaian kegiatan dalam PKN. “Kebudayaan kini semakin mendapat perhatian dan mulai diangkat oleh pemerintah. Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) ini, semoga berlanjut dan menghadirkan semua komponen kebudayaan dari Aceh sampai Papua, termasuk juga keraton-keraton senusantara,” katanya.

Meski FSKN belum terlibat langsung dalam PKN, namun Arief mengatakan pihaknya memberi masukan-masukan sejak Kongres Kebudayaan. “Kegiatan PKN ini adalah salahsatu usulan Kongres Kebudayaan, selain juga diusulkan untuk mengadakan pemajuan kebudayaan nasional,” ujarnya.

Hal lainnya yang menjadi masukan dari FSKN adalah tentang Pemajuan Kebudayaan Nasional yang memasukkan 10 objek, yang hampir semuanya ada di dalam wilayah keraton. Kesepuluh obyek itu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, bahasa, olahraga tradisional, seni, dan lainnya.

“Komponen pemajuan kebudayaan inilah yang kita harapkan dalam lima tahun ke depan mulai dilakukan revitaliasi pada keraton-keraton agar kebudayaan nasional lebih maju dan tetap lestari,” katanya.

FSKN didirikan tahun 2006 dan melakukan Musyawarah Agung setiap lima tahun. Pada Musyarawah Agung yang ke III tahun 2017, Arief Natadiningrat terpilih sebagai Ketua Umum periode 2017-2022.  

“Alhamdulillah FSKN eksis dan selama dua tahun terakhir, kami bekerjasama dengan presiden dan beberapa kementerian, gubernur dan bupati. Kegiatan yang kami siapkan ke depan adalah Pemilihan Putera dan Puteri Tenun Nusantara,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pakar Budaya FSKN Anna Mariana mengatakan Pemilihan Putera dan Puteri Tenun Nusanta digelar dalam rangka menyambut penetapan Hari Tenun Nasional.

“Diharapkan tenun terangkat sehingga tekstil dari luar negeri tidak mematikan para perajin tenun yang hingga masih banyak di daerah,” kata Anna Mariana yang saat ini membina jutaan perajin tenun dan songket.

Terkait Hari Tenun Nasional yang belum dapat pengesahan dari pemerintah, Anna Mariana selaku inisiator dan penggagas mengatakan hal itu terkait dengan kesibukan pemerintah. “Kita tinggal menunggu waktu yang tepat, karena pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi masih sangat sibuk,” ujar Anna Mariana, yang esok harinya langsung terbang ke Ukraina bersama tim Indonesia dalam rangka menggelar fashion show dan pameran produk budaya nusantara. (imam)

Last modified on Monday, 14 October 2019
Read 188 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru