Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Dalam rangka mendukung percepatan akselerasi Destinasi Super Prioritas Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut tawaran Hollywood dan menjanjikan insentif bagi sineas Indonesia yang memproduksi film di wilayahnya.

"Saya siapkan fasilitas mesin diesel, dan tidak akan ada pungutan liar bagi sineas Indonesia yang syuting film di Jawa Tengah," kata Ganjar Pranowo di Wedangan Lawang Djoendjing, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11/2019) malam.

Menurut Ganjar, potensi dari sebuah film cukup besar dalam mempromosikan destinasi wisata. Dia mencontohkan film Dilan 1990 yang telah ikut melambungkan nama kota Bandung di Jawa Barat.

"Film Dilan itu sederhana. Ceritanya soal drama percintaan remaja tapi mampu mengangkat destinasi di Jawa Barat," kata Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar hadir membuka acara Familiarization Trip Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) yang diketuai Johan Sompotan ke Destinasi Super Prioritas Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).

Hadir pula Heri Purwoko selaku Kabag Humas dan Protokol Kota Surakarta, serta Hariyanto selaku Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pemberian insentif berupa mesin diesel dan pembebasan biaya di lokasi syuting, menurut Gubernur Ganjar merupakan permintaan dari para sineas.

"Saya dapat dua syarat itu dari sineas yang datang ke saya, dan saya akan berikan. Hubungi saya  kalau ada yang mau syuting di Jawa Tengah," kata Ganjar yang aktif di twitter dan Instagram.

Ganjar juga menceritakan keinginan Konjen Indonesia di Los Angeles yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai lokasi syuting film Hollywood.

"Ada keinginan sineas Hollywood menjadikan Jateng lokasi syuting. Saya katakan silakan bawa kesini, kami sangat terbuka," kata Ganjar seraya menyebut film Hollywood, Eat Pray and Love, dan Java Heat yang mengambil lokasi syuting di Jateng dan Bali.

Namun, ada pengalaman tidak nyaman dirasakan kru film yang diperankan aktris Julia Robert ketika syuting di Jateng.

"Menurut Konjen RI di Los Angeles, kru film Eat, Pray, and Love sering dipalak waktu syuting di sini. Hal itu maaf, adalah premanisme yang merusak ekosistem pariwisata kita. Harus ada edukasi agar praktik itu ditinggalkan, sehingga wisata kita berkelas dunu," kata Gubernur Ganjar.

Famtrip Forwapar berlangsung mulai Senin-Kamis (18-21) November 2019 diawali dengan diskusi mengangkat tema "Spirit Joglosemar Menuju Wisata Kelas Dunia". (imam)

 

Last modified on Tuesday, 19 November 2019
Read 150 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru