Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

KORUPSI yang menjadi perkara berat negeri ini dibuat ringan dan renyah di dalam film besutan sutradara Lola Amaria berjudul Negeri Tanpa Telinga.

"Film ini terinspirasi dari banyaknya pejabat di negeri ini yang korupsi. Mereka merampas uang rakyat untuk melegalkan kekuasaan tanpa memikirkan masyarakat kecil. Saya melakukan riset dan mengikuti perkembangannya melalui media. Dari sanalah saya melihat dan juga mendengar untuk saya visualisasikan dalam bentuk parodi politik di film ini," ungkap Lola saat press screening film 'Negeri Tanpa Telinga' di Jakarta Theater, Kamis (7/8/2014).

Harapan Lola, penonton akan terhibur dan mendapatkan sesuatu setelah keluar bioskop. "Saya harap film ini mampu dicerna dengan baik oleh masyarakat dan dapat menjadi kontrol sosial apalagi film ini hampir sama dengan realitas yang ada di negeri ini. Meskipun sebenarnya yang terjadi lebih kejam dari film ini," katanya.

Meskipun dalam film berdurasi 109 menit ini mengingatkan beberapa kejadian di panggung politik selama ini, Lola menghindari penyebutan nama partai dan tokoh tertentu.

"Biarlah asumsi masyarakat yang menjabarkan film ini. Yang jelas tim produksi mencoba mengupas realita yang ada di masyarakat dimana kedudukan tinggi itu rentan sekali dengan apa yang kita sebut korupsi dan skandal seks para pejabatnya," kata Lola selaku produser PT Lola Amaria Production yang merangkap sebagai sutradara film ini.

Film Negeri Tanpa Telinga dibintangi Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Tata Ginting, T Rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Jenny Zhang, Garry Iskak dan sederet pemain film berbakat lainnya. Jadwal putar di seluruh bioskop tanggal 14 Agustus 2014.

Sinopsis

Naga (Teuku Rifnu Wikana) tiba tiba merasa bahwa hidupnya terlalu menyakitkan. Padahal ia berprofesi sebagai tukang pijat, yang notabene bekerja untuk menyembuhkan sakit seseorang. Oleh karena itu, ia datang ke dokter Sangkakala (Landung Simatupang). Ia meminta kepada dokter sahabatnya itu untuk merusak gendang telinganya agar ia tidak lagi mendengar suara-suara yang menyakitkan hatinya itu.

Sementara sebuah rencana konspirasi besar dilakukan oleh Partai Amal Syurga. Sang ketua partai Ustad Etawa (Lukman Sardi) bekerja sama dengan importir daging domba, berusaha memanipulasi uang negara untuk keuntungan partainya. Rencana tersebut disusun rapi dengan berbagai dalih. Dan aktivitas partai yang selalu memakai symbol-simbol religi tersebut ternyata berbanding terbalik dengan segala tindak tanduk para petinggi partainya.

Partai Martobat adalah pengusung legitimasi politik di negeri itu. Piton (Ray Sahetapy) berambisi besar untuk menjadi presiden. Untuk itulah ia berusaha mendapatkan dana sebanyak-banyaknya dengan menggunakan pengaruhnya di parlemen dibantu oleh Joki Ringkik, teman separtainya yang mati-matian meyakinkan Piton untuk maju ke pilpres berikutnya. Piton juga memainkan peran Tikis Queenta (Kelly Tandiono) seorang perempuan pelobi ulung yang bisa masuk ke semua lini parlemen dan orang-orang partai.

Dibalik itu semua, konspirasi dan rencana busuk kedua partai besar tersebut ternyata sudah dincar oleh Kapak. Sebuah lembaga pemberantasan korupsi yang memang sudah mencium rekam jejak kedua partai itu. Di samping itu, aktivitas para petinggi partai juga sudah terendus oleh seorang host TV9 (TV Nine) bernama Chika Cemani (Jenny Zhang) yang melakukan investigasi lewat berbagai nara sumber.

Piton yang sudah berusaha bermain bersih, ternyata menghadapi kenyataan ia harus berhadapan dengan Kapak. Awalnya, ia mengira bahwa Tikis Queenta mempunyai peran. Tetapi belakangan ia menduga tahu bahwa sang reporter lah yang membocorkan apa yang dilakukannya. Piton mempunyai hubungan akrab dengan sang reporter.

Telinga Naga lah yang sebenarnya menangkap semua percakapan dan perbincangan orang-orang itu. sebagai tukang pijat, ia mendengar semua pembicaraan orang-orang penting itu, bagaimana mereka melakukan transaksi busuk, mendengar keluh kesah Piton yang selalu tidak dianggap pun oleh istrinya sendiri. Percakapan itulah yang membuat Naga muak. Orang kecil yang sangat mencintai istrinta, tetapi ia terjebak dalam suasana yang sangat tidak ia inginkan.

Telinga penting bagi cara berpikir dan kebeningan nurani. Tetapi ia menjadi indra yang menyakitkan ketika mendengar sebuah kebenaran yang berhadapan dengan nati nurani. (imam/kf)

Read 14306 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru