Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

MALAM Penghargaan Piala Vidya untuk Film Televisi dan insan FTV di ajang Festival Film Indonesia (FFI) di Ballroom Hotel Aryaduta, Palembang, Jumat (5/12/2014) sore berlangsung sepi. Banyak bangku undangan kosong tak terisi.

Acara yang disiarkan taping oleh Stasiun Kompas TV ini tak semeriah yang diharapkan, meskipun dihadiri pejabat Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Tak urung, acara berlangsung tanpa kehadiran sejumlah penerima Piala Vidya.

Para peraih Piala Vidya yang tak hadir diwakili oleh perwakilan masing-masing, antara lain Hestu Saputra (Penulis Skenario Terbaik untuk FTV Garis Finish), Batara (Sinematografi Terbaik untuk FTV Garis Finish, Tohir (Perancang Busana FTV Terbaik untuk Kau dan Aku dalam Rindu). 

Sejumlah aktor dan artis tak muncul saat dipanggil ke panggung seperti Surya Saputra (Pemeran Utama Pria Terbaik untuk FTV Tiga Butir Kurma), Yuki Kato (Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk FTV Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku?), Mathias Muchus (Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk FTV Garis Finish), dan Denaya (Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FTV Kau dan Aku dalam Rindu).

Ketidakhadiran sejumlah artis dan undangan tersebut, menurut Kemala Atmodjo selaku Ketua Panitia Pelaksana FFI 2014 karena terdapat masalah teknis. “Ketidakhadiran tamu undangan itu karena masalah teknis,” kata Kemala yang ditemui tabloidkabarfilm.com usai acara.

 

Akan diubah tahun depan

Penilaian terhadap karya film televisi (FTV) menurut Kemala Atmodjo merupakan pertamakalinya dilaksanakan secara bersamaan dalam sejarah berlangsungnya FFI.

“Biasanya acara penyerahan Piala Vidya dipisahkan dari kegiatan FFI, tapi tahun ini kami menyatukannya,” lanjut Kemala.

Tentang mekanisme penilaian FTV yang berbeda dengan penilaian Film Bioskop (FTV dinilai langsung oleh Dewan Juri tanpa melibatkan pihak perusahaan jasa penilai independen Deloite, seperti yang dilakukan untuk penilaian Film Bioskop FFI), Kemala berjanji akan merubah pola tersebut.

“Tahun depan kita akan berlakukan mekanisme penjurian FTV seperti yang diterapkan pada Film Bioskop,” ujar Kemala Atmodjo. (imam)

 

Last modified on Friday, 05 December 2014
Read 1939 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru