Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

TEROBOSAN baru cara menonton film melalui "Sinetal" (Sinema Digital) dan "Sinemol" (Sinema Online) diperkenalkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Balairung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2014) malam.

"Sinetal dan Sinemol ini akan mengatasi kelangkaan bioskop karena memperluas area penonton film di Indonesia," kata Arief Yahya pada acara yang dihadiri para stake holder perfilman Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Arief Yahya mendemonstrasikan proses kerja "Sinetal" dan "Sinemol", dengan melakukan teleconference dengan sejumlah 'pengusaha' bioskop di beberapa daerah di Indonesia, yaitu di Banyuwangi, Bukit Tinggi, dan Kalimantan.

Cara menonton ini mengutamakan mobile cinema yang dilengkapi dengan distribusi konten secara online. Fasilitasnya berupa internet dan perangkat gadget serta dukungan Telkom sebagai provider yang akan mendistribusikan film-film yang dibutuhkan.

"Sinetal dan Sinemol adalah cara memberikan kesamaan hak kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk bisa menonton film-film yang sedang diputar di kota-kota besar. Cara ini juga membuka peluang baru bagi pengusaha bioskop kelas bawah di wilayah-wilayah terpencil," kata Arief Yahya.

Dengan cara ini pula, produser film mendapatkan akses jangkauan penonton filmnya ke daerah-daerah yang belum memiliki gedung bioskop. Saat ini ada lebih dari 400 kota di Indonesia yang belum memiliki gedung bioskop.

Sementara, Indonesia termasuk negara penghasil film yang produktif, dengan infrastruktur pasar memadai, dan potensi pengembangan konsumen yang masih luas.

Data dari Direktorat Pengembangan Industri Perfilman tahun 2006 mencatat, Indonesia menghasilkan 102 film dengan jumlah layar bioskop 726 buah, dan frekuensi menonton perkapita 0,24.

Di tahun yang sama, Cina menghasilkan 475 film dengan jumlah bioskop 37.753 dan frekuensi menonton perkapita 0,21.

Sedangkan Jepang memiliki data 448 bioskop, 3396 layar, dan frekuensi menonton 1,49. Jika dibandingkan dengan Amerika sangat jauh yakni 694 bioskop dengan 39/717 layar dengan frekuensi menonton perkapita 5,15.

Menonton film Indonesia juga dapat dilakukan melalui gadget seperti handphone, dimana para penonton dapat mengakses melalui internet saluran tertentu dan berbayar. Konsep ini disebut sebagai Sinema Online atau Sinemol. (imam)

 

Foto Lainnya:

Last modified on Tuesday, 23 December 2014
Read 2838 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru