Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

SETELAH berhasil 'melengserkan' pejabat direktur dalam kasus "Berlinale", aksi protes dilanjutkan para pekerja film dengan menuntut pejabat lainnya di Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2015).

Aksi kali ini dihadiri antara lain Nia Dinata, Joko Anwar, Aming, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Ayushita, John Derantau, Atika Hasiholan, Robby Ertanto, Odhy C Harahap, dan sekitar 30an orang pekerja film lainnya. Protes mereka sama seperti saat beraksi di Gedung Film, Jl MT Hartono, Jakarta Selatan pada Rabu (3/2/2015).

Mereka memprotes keputusan Kemenpar lewat Direktur Pengembangan Industri film yang mendelegasikan orang tak jelas ke Festival Film Berlin 2015 (Berlinale).

Selain berorasi mereka juga membubuhkan tandatangan bersama di spanduk putih panjang, serta 'menulis' motto : SPEAK UP! BELA FILM INDONESIA menggunakan isolasi besar di pelataran parkir mobil pejabat Kemenpar.

Dalam orasi, Joko Anwar mengatakan antara lain, "Keikutsertaan para sineas Indonesia di festival-festival internasional dan pasar film adalah upaya untuk menyelesaikan beberapa masalah yang sedang dihadapi perfilman Indonesia saat ini, termasuk kurangnya skill pekerja film Indonesia dan kepentingan promosi untuk film-film Indonesia," ujar Joko.

Lanjut Joko, sayangnya selama ini upaya-upaya tersebut telah disabotase oleh oknum-oknum pejabat yang seharusnya memajukan perfilman Indonesia, bukan melemahkannya.

Joko Anwar menilai pencopotan Armein Firmansyah selaku pimpinan rombongan 'delegasi' film Indonesia ke Berlin, Jerman tak menyelesaikan masalah. Dia pun menyatakan agar pencopotan pejabat juga dilakukan di tingkat di atas Armein.

"Kami para pekerja film Indonesia menyatakan bahwa pencopotan jabatan tersebut bukanlah penyelesaian yang tuntas dari masalah yang selama ini menggerogoti pemerintah dalam memajukan perfilman Indonesia," ujar Joko.

Surat terbuka yang dilayangkan para pelaku aksi itu dengan meminta Menteri Pariwisata, Arief Yahya, agar mencopot Ukus Kuswara selaku Sekeretaris Jendral Kementerian Pariwisata dan Ahman Syah pejabat Dirjen Kreatif Berbasis Senin dan Budaya. Surat terbuka itu akan ditembuskan ke Presiden Joko Widodo.

Mereka berharap lewat aksi ini, pemerintah bisa membangun perfilman secara sehat dan profesional. "Kami mendesak agar uang rakyat yang dikelola pemerintah untuk membangun perfilman indonesia ditata profesional, bersih dari segala kepentingan pribadi dan transparan," kata Joko. (imam)

Last modified on Sunday, 08 February 2015
Read 2669 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru