Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Pentas “Angklung Kolosal” dalam rangka Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 akan dimajukan dari rencana Sabtu, 25 April 2015 menjadi Kamis 23 April 2015 di Stadion Siliwangi, Bandung.

“Ini, positif. Acara ini dipercepat dua hari, agar di saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri Kepala Negara di Gedung Merdeka Bandung, show spaktakuler itu bisa dipamerkan,” ujar Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (21/4/2015). 

Perubahan skedul itu membuat seluruh yang terlibat menyesuaikan diri. “Semuanya harus melakukan percepatan. Agar, pentas “Angklung for The World” itu tetap tampil sempurna, penampilan maksimal, dan jumlah pesertanya tetap di angka 20.000 orang,” kata Arief. 

Memajukan skedul dalam rentang waktu persiapan yang mepet, itu memang memerlukan energi dan konsentrasi besar.  Karena pentas ini akan masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia.

“Jika dibandingkan impact yang ingin diraih, bisa lima kali lebih dahsyat, mengapa tidak? Itulah tantangan. Di situlah challenge, untuk merebut double impacts, menghibur di internal, dalam negeri, serta mengesankan di eksternal, bagi tamu yang berasal dari luar negeri,” jelas Arief Yahya. 

Manajemen show yang melibatkan puluhan ribu orang dalam satu tempat, dalam satu momen, itu tidak mudah, apalagi jumlah personil sebanyak itu, maka angklung akan diberi stiker “Wonderful Indonesia” dan pemain mengenakan kaus dengan logo Pesona Indonesia yang merupakan ikon Kemenpar.

 “Kami yakin, kami masih bisa mengejar. Soal pilihan waktu ini sangat penting, agar semua Kepala Negara dan delegasi dari berbagai negara itu ikut haru, ikut senang, dengan sambutan warga Bandung dan Indonesia dalam memperingati peristiwa bersejarah bagi bangsa-bangsa Asia Afrika itu,” jelas Menpar yang juga mantan CEO PT Telkom itu. 

Manfaat lain, lanjut Arief Yahya, seni musik tradisional angklung itu juga makin popular di negara-negara Selatan Selatan. 

Menurutnya, gelaran sebesar dan spektakuler itu harus turut dirasakan suasananya oleh tamu-tamu penting yang berkunjung di Bandung. “Buat mereka lebih berkesan, bahwa sambutan publik dengan tradisi lokal itu menaikkan spirit negara-negara AA untuk maju bersama dalam kebersamaan,” jela s Arief. 

Arief Yahya menyatakan ide dasar konser raksasa angklung itu untuk menyambut Peringatan KAA ke-60. Sebagai Ketua Bidang Side Events, harus mengkoordinasi berbagai events, dengan tujuan meramaikan, menghibur, dan menyambut peringatan itu. Ada dua pihak yang perlu disentuh, yakni delegasi dari berbagai negara, dan masyarakat lokal dan nasional Indonesia.

Gelaran Angklung Kolosal akan berlangsung di Stadion Siliwangi, Bandung, 23 April dengan jumlah peserta sekitar 20.000 orang yang menenteng alat musik khas Sunda itu. 

Momen spektakuler ini pernah dilakukan di beberapa Negara seperti di New York (5000 orang), dan Beijing (10.000 orang). Host dari even ini adalah Pemkot Bandung dan Kemenpar.  

“Silakan hadir, silakan berfoto-foto, mengambil gambar, shoot video, up load ke media social, change pic BB, karena main angklung kolosal seperti ini belum tentu setahun sekali,” ucap Menpar, sekaligus mempromosikan alat musik khas Sunda, dan sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO itu. (imam)

Last modified on Wednesday, 22 April 2015
Read 4280 times
Rate this item
(1 Vote)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru