GAYA HIDUP - Tabloid Kabar Film

Tiga event nasional berlaga di ASEANTA Awards 2016

Kementerian Pariwisata menyertakan sejumlah event, tulisan dan foto untuk mengisi 6 Katagori lomba di ajang ASEANTA Awards 2016.

Read more...

Aliando rekomendasikan Syanay jadi penyanyi

Harmoni dalam industri musik masih terus berlanjut. Kehadiran pendatang baru Syanay di jagad olah vokal lewat single berjudul Ingkar Janji Hati, menandai harmoni tersebut.

Read more...

Lampung siap gelar Festival Bambu Nusantara

Untuk kedua kalinya Festival Bambu Nusantara akan digelar di Pringsewu, Lampung. Pada 29-30 November mendatang. Sejumlah atraksi seni budaya akan ditampilkan, antaranya musikalisasi tradisional bambu serta pameran bertema bambu.

Bambu menjadi bahan untuk banyak alat musik tradisional khas Indonesia. Dari alat musik tiup 'gocang', sampai yang paling terkenal yakni angklung.

Untuk lebih memperkenalkan alat musik bambu kepada wisatawan domestik dan internasional, akan digelar Festival Bambu Nusantara yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Kenapa Pringsewu?

"Erat kaitannya dengan sejarah. Pring artinya bambu, sewu artinya seribu. Waktu koloni Belanda datang tahun 1925, masyarakat Jawa bermigrasi ke wilayah ini. Mereka menemukan deretan bambu sehingga menamai Pringsewu," tutur Bupati Kabupaten Pringsewu, Sujadi dalam konferensi pers Festival Bambu Nusantara di Ruang Rapat Lt 17, Kemenpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).

Ini adalah kali ke-9 Festival Bambu Nusantara digelar, dan kedua kalinya digelar di Pringsewu. Kali ini, festival akan berlangsung pada 29-30 November 2015 mendatang.

"Kami juga menyiapkan 10-25 hektar untuk Kebun Raya Bambu dan beberapa desa wisata bambu, sehingga Pringsewu menjadi destinasi wisata bambu baik untuk turis domestik maupun mancanegara," tambah Sujadi.

Festival ini akan dimeriahkan berbagai pertunjukan musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja Gamolan (Pringsewu), The Bamboo Big Band (Pringsewu), Gamelan Awi Wanaselaras (Tasikmalaya), Awi Sampurasun (Cimahi), Bamboosa (Yogyakarta), Sendratasik SKIP Metro (Lampung), dan lain-lain.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa melihat beragam pameran produk dari bambu. Ada juga pameran pernak-pernik dan perhiasan dari bambu, serta bazar kuliner.

Lokasi festival yakni Kabupaten Pringsewu juga terletak dekat dengan Kota Bandar Lampung. Waktu tempuhnya sekitar 25 menit naik kendaraan dari bandara di Lampung. Festival hari pertama digelar mulai pukul 15.00-22.00 WIB, sementara hari kedua digelar mulai pukul 19.00-22.50 WIB. (imam)

Read more...

Kementerian Pariwisata kembangkan wisata religi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengembangkan potensi wisata religi sebagai salah satu sektor unggulan yang mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Read more...

Agatha Virdhi Saputra juara racik bumbu masak alami

“Mulailah meningkatkan kualitas hidup Anda,”  kata Agatha Virdhi Saputra SPd. Salah satu caranya, kata usahawan muda dengan kompetensi bioteknologi pangan ini, menjaga aktifitas makan menjadi sesuatu yang sangat penting. “Hargai hidup Anda. Berikan makanan terbaik untuk tubuh setiap hari,” tambahnya.

Read more...

Umar Saad, sajadah dan sarung jeans muslim

Bisnis dan sosial dapat disandingkan. Paradigma bisnis tersebut, kata Umar Saad, dapat berjalan bila pola usaha menggunakan suluh ‘bisnis-rahmatan lil’alamiin.’

Read more...

Indonesia beri tiga kemudahan bagi pelancong Malaysia

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberi tiga kemudahan para pelancong Malaysia berkunjung ke Indonesia, yang diperkirakan mencapai 1,5 Juta orang tahun 2015.

Read more...

Wakatobi Wave 2015 incar 10.000 wisatawan

Pemerintah Kabupaten Wakataobi menargetkan kunjungan 10.000 wisatawan dari festival budaya bahari "Wakatobi Wave 2015". Festival akan diselenggarakan di Pulau Wangi-Wangi tanggal 22, 26, 27, dan 28 Oktober 2015.

Read more...